PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Polda Sumatera Selatan melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengumumkan perkembangan terbaru proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di Jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Hingga Jumat, 15 Mei 2026, sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA oleh Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel.
Dengan tambahan tersebut, total korban kecelakaan Bus ALS yang telah berhasil teridentifikasi mencapai 14 jenazah. Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah dengan mencocokkan sampel DNA post mortem dari jenazah dengan DNA ante mortem milik keluarga biologis korban.
Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan menggunakan standar forensik kedokteran kepolisian guna memastikan keakuratan identitas korban sebelum diumumkan kepada pihak keluarga maupun publik.
Berikut daftar 11 korban yang berhasil diidentifikasi melalui metode DNA:
1. Aldi Sulistiawan bin Anwarudin
2. Hj. Syamsiah Bachri binti Samaah
3. Zulpan Efendi bin Gusti
4. Agustina Maharani binti Kambali
5. Martoni bin Mardani
6. Aryanto bin Yasin
7. Klinton Wardana Marbun bin Dohar Saut Marbun
8. Bahrul Ulum
9. Syafruddin NST
10. Alif Supriyatin
11. Budiyanto
Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan proses identifikasi dilakukan melalui tahapan laboratorium yang ketat untuk memastikan validitas data korban.
“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling, hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Sumsel Rony Samtana menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan seluruh proses identifikasi secara cepat, profesional, dan humanis.
“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban dilakukan maksimal, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan musibah tersebut.
“Kami memastikan proses identifikasi berjalan transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum. Pendampingan kepada keluarga korban juga terus dilakukan selama proses pemulangan jenazah,” katanya.
Saat ini, Tim DVI Polri masih melanjutkan proses identifikasi terhadap tiga jenazah lainnya yang masih dalam tahap analisis laboratorium lanjutan.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar segera berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M. Hasan Palembang guna membantu percepatan proses identifikasi korban yang belum terdata.











