BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Kemacetan kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan warga di kawasan Simpang Empat Tegal Binangun, Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Setiap pagi dan sore, arus kendaraan di kawasan tersebut kerap tersendat hingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi ini paling terasa pada jam-jam sibuk, ketika warga mulai beraktivitas, mengantar anak ke sekolah, hingga berangkat bekerja. Padatnya kendaraan yang melintas dari berbagai arah membuat arus lalu lintas menjadi semrawut dan rawan terjadi penumpukan.
Supriadi, salah seorang pengendara yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah, mengaku kemacetan di kawasan tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, ia beberapa kali harus menghadapi keterlambatan akibat padatnya arus kendaraan.
“Kalau pagi macetnya cukup parah. Kami yang mengantar anak sekolah sering terlambat karena kendaraan menumpuk dan tidak teratur,” keluh Supriadi, Selasa (28/07/2026) pagi.
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan minimnya petugas yang mengatur lalu lintas di lokasi. Padahal, keberadaan petugas dinilai sangat dibutuhkan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada pagi dan sore hari.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kemacetan di Simpang Empat Tegal Binangun.
Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah menyiagakan personel Dishub pada jam-jam sibuk. Petugas diharapkan dapat mengatur arus kendaraan, terutama pada pagi hari saat jam berangkat sekolah dan kerja serta sore hari ketika masyarakat mulai pulang beraktivitas.
Warga menilai, persoalan kemacetan di kawasan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera ditangani, kepadatan lalu lintas dikhawatirkan semakin parah seiring meningkatnya aktivitas dan volume kendaraan yang melintas.
Masyarakat pun meminta pemerintah tidak hanya menunggu kemacetan terjadi, tetapi melakukan langkah antisipatif dengan menghadirkan petugas di titik-titik rawan kepadatan.
“Kami berharap pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan. Minimal ada petugas yang mengatur lalu lintas pada jam sibuk, sehingga kendaraan tidak semrawut dan masyarakat tidak terus dirugikan,” harap warga.












