TOLIKARA, Catatan Jurnalist — Dalam Rangka Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tolikara. Bupati Tolikara Wilem Wandik mengajak harus ada implementasi langsung di lapangan-intervensi kegiatan menangani Stunting harus nyata dan menyentuh keluarga-keluarga yang paling membutuhkan.
“Karena kita semua tahu, stunting bukan hanya sekadar masalah tinggi badan anak yang lebih pendek dari usianya.. Lebih dari itu, stunting berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia Tolikara di masa depan. Anak yang mengalami stunting, umumnya mengalami gangguan dalam perkembangan otak, kesulitan dalam memahami pelojaron di sekolah, dan bahkan dapat gagal untuk mengejar pendidikan tinggi hingga ke Universitas,” Wilem Wandik, Senin (14/07/2025).
Memurut Anak yang mengalami stunting, berarti, Kematian Generasi (mereka mungkin dapat hidup normal secara jasmani, namun tidak dapat menjadi tulang punggung keluarga dan Masyarakat, terlebih lagi kita semua, tidak biso berharap agar mereka bisa menjadi pemimpin dimasa depan, hal itu akan menjadi Pertanda Terputusnya Generasi atau lebih dikenal dengan istilah Lost Generation.
“Sebagai Bupati, Saya memahami betul, selama ini program penanganan stunting, seringkali berhenti stunting, harus menjadi titik balik-untuk menghasilkan manajemen penanganan stunting yang lebih terstruktur, terukur, dan terintegrasi. Saya menitip pesan kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan di hari ini, agar terlibat aktif dan jujur mengemukakan temuan data yang ada disetiap wilayah kerjanya, terutama kepada unit Pelayanan Puskesmas, Poskesdes, Posyandu, Para Kader Desa/ Kampung yang selama ini, mengamati lebih dekat permasalahan stunting di daerah kerjanya,” ungkap Wilem.
“Saya juga menyadari bahwa kegiaton hari ini bertujuan untuk menyempurnakan sistem analisis kasus stunting dengan pendekatan programatik. Namun saya tegaskan, hasil dari kegiatan ini, tidak boleh hanya berhenti di meja perencanaan saja. Harus ada implementasi langsung di lapangan-intervensi kegiatan menangani Stunting harus nyata dan menyentuh keluarga-keluarga yang paling membutuhkan,” Imbuh Wilem.
Menurut Wilem sebagai Bupati Tolikara, dirinya telah menetapkan Penguatan Sumber Daya Manusia sebagai program unggulan selama lima tahun masa pemerintahanny. Tolikara dan seluruh elemen masyarakat agar membangun SDM yang unggul di Tolikora.
“Dampak Stunting terhadap SDM tidaklah boleh dipandang remeh. Sebab, Anak-anak yang terkena stunting, dipastikan akan mengalami kesulitan mengikuti Pelajaran di sekolah dan Lembaga Pendidikan manapun, anak-anak ini akan mengalami kesulitan untuk menyerap ilmu pengetahuan, dan bahkan anak-anak stunting ini, akan mengalami kesulitan untuk bersaing di dunia kerja maupun pendidikan di Perguruan Tinggi,” pungkasnya.
“Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama. Ini bukan hanya tanggung Pendidikan Dinas Pemberdaan Masyarakat Kampung, Bapenda semua unsur Pemerintah Daerah- dan tentu saja, menjadi tanggung-jawab Setiap Keluarga, Tokoh Adat, Tokoh Gereja, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan Seluruh elemen Masyarakat di Tolikara
Laporan : Wendalimo Wenda















