JAKARTA, Catatan Jurnalist — Indonesia menyerukan aksi kolektif dunia untuk memperkuat tata kelola air sebagai fondasi ketahanan pangan global dalam 18th Berlin Agriculture’s Minister Conference, puncak rangkaian Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) 2026) di Berlin, Jerman.
Forum bergengsi yang mengusung tema “Water. Harvests. Our Future” ini mempertemukan 61 menteri pertanian dan 14 perwakilan tinggi organisasi internasional, membahas krisis air global yang kian mengancam keberlanjutan sistem pangan dunia.
Mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Delegasi RI Nani Hendiarti—Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan—menegaskan bahwa ketahanan air dan ketahanan pangan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, terutama bagi negara-negara rentan perubahan iklim.
“Forum ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan air tidak dapat dipisahkan. Ini harus menjadi katalisator aksi kolektif global—air menyatukan kita, energi mendorong inovasi, dan sistem pangan berkelanjutan memberi nutrisi bagi masyarakat sekaligus menjaga bumi,” tegas Nani dalam country statement Indonesia.
Pernyataan Indonesia sejalan dengan komunike akhir GFFA 2026 yang menekankan perlunya memperkuat peran sektor pertanian dalam kebijakan air internasional serta mendorong investasi pada infrastruktur air berkelanjutan. Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmen nyata melalui modernisasi irigasi dan adopsi teknologi adaptif iklim yang berkontribusi pada capaian swasembada beras nasional.
Sebagai salah satu konferensi kebijakan agri-pangan paling berpengaruh di dunia, GFFA 2026 menjadi momentum krusial bagi ribuan pemangku kepentingan—dari politik, bisnis, sains hingga masyarakat sipil—untuk membangun konsensus global tentang pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi demi menjamin hak atas pangan bagi seluruh umat manusia.
Di sela forum, Delegasi RI juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dari Jerman, Polandia, Brasil, Fiji, dan Uzbekistan, serta bertemu UN Special Envoy for Water. Selain itu, dilakukan dialog dengan sektor swasta dan organisasi internasional seperti Bayer, German Water Partnership, KfW, dan BASF guna memperkuat kerja sama, termasuk penanganan sampah laut serta penjajakan kolaborasi strategis di sektor pangan dan pertanian.
Delegasi Indonesia turut dihadiri Wakil Duta Besar RI untuk Jerman Fajar Wirawan Harijo, Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Fajar Nuradi, serta Asisten Deputi Pengelolaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Bona Kusuma.
Dengan suara lantang di panggung global, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan pangan dunia yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.
Rilis : Kementrian Pangan











