OGAN ILIR, Catatan Jurnalist — Upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional terus bergerak nyata. Sebanyak 74 satuan pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir yang menerima Program Revitalisasi Pendidikan resmi mulai digunakan, setelah diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Kamis (22/1/2026).
Peresmian dipusatkan di SMAN 1 Indralaya, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen RI, disaksikan Penjabat Sekda Ogan Ilir, para kepala sekolah penerima manfaat, serta unsur pemangku kepentingan pendidikan di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi pendidikan merupakan wujud nyata komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara merata di seluruh Indonesia.
“Program revitalisasi ini adalah salah satu program prioritas Presiden melalui Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan berdampak pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menekankan, revitalisasi sekolah tidak hanya sebatas perbaikan fisik bangunan, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Fasilitas pendidikan yang layak dan aman adalah fondasi penting untuk menciptakan pembelajaran yang nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen memastikan program revitalisasi pendidikan tidak berhenti pada tahun 2025, melainkan akan berlanjut pada 2026 dengan cakupan yang lebih luas. Pemerintah bahkan telah menyiapkan penambahan pagu anggaran bagi satuan pendidikan yang memenuhi kriteria.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas pemerataan dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di seluruh daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh sekolah penerima manfaat agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi secara optimal demi keberlanjutan dunia pendidikan.
Sementara itu, Penjabat Sekda Ogan Ilir, Dicky Syailendra, menyebut pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Dicky menegaskan komitmen Pemkab Ogan Ilir untuk terus mendukung kebijakan pemerintah pusat, termasuk program revitalisasi, digitalisasi pendidikan, pembelajaran mendalam, hingga penguatan koding dan kecerdasan artifisial.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, atas program revitalisasi yang diterima sekolahnya.
“Program ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para siswa,” singkatnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala LPMP Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Balai Bahasa Sumsel, anggota DPR RI, serta jajaran kepala sekolah, dewan guru, dan siswa SMAN 1 Indralaya.
Laporan: Pajri












