PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) meminta guru dan orang tua memperketat pengawasan terhadap pelajar menyusul beredarnya ajakan tawuran di Palembang saat momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Disdik Sumsel, Mondyaboni, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) pencegahan tawuran antarpelajar yang ditujukan kepada seluruh kepala SMK negeri maupun swasta di Kota Palembang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah aksi kekerasan dan kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pencegahan dan penanganan jika terjadi aksi kenakalan remaja. Mudah-mudahan surat edaran yang kita sampaikan ke sekolah ditindaklanjuti,” ujar Mondyaboni, Selasa (18/8/2026).
Sekolah Diminta Libatkan Orang Tua
Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau satuan tugas untuk mengantisipasi berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pelajar.
Sekolah juga diminta aktif memberikan edukasi kepada siswa agar tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam aksi tawuran.
Tak hanya sekolah, peran orang tua juga dinilai sangat penting. Disdik meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari.
Orang tua diimbau membatasi anak keluar rumah pada malam hari serta memastikan mereka tidak terlibat dalam tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
Pengawasan juga diminta dilakukan terhadap perlengkapan sekolah dan pergaulan anak. Orang tua diharapkan rutin memeriksa tas maupun barang bawaan siswa untuk memastikan tidak ada benda tajam, senjata atau atribut yang dapat digunakan untuk aksi kekerasan.
Selain itu, aktivitas anak di media sosial juga perlu mendapat perhatian guna mengantisipasi pengaruh ajakan negatif.
“Koordinasi juga saya minta dilakukan dengan para orang tua siswa. Mudah-mudahan di Sumsel selalu dalam keadaan aman,” katanya.
Siswa Diingatkan Tak Mudah Terprovokasi
Mondyaboni mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpancing oleh ajakan yang mengarah pada tindakan negatif.
Ia meminta pelajar ikut menjaga suasana kondusif dan mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan positif.
Disdik Sumsel juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang terbukti terlibat tawuran, sesuai aturan sekolah maupun ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika ada yang terlibat akan ada sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah dan perundang-undangan. Kita ingin di hari kemerdekaan RI ini, pendidikan Sumsel semakin maju,” tegasnya.
Disdik Sumsel berharap sinergi antara sekolah, orang tua, kepolisian dan masyarakat dapat mencegah aksi tawuran pelajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
















