PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Meski suhu udara pada siang hari mulai terasa lebih menyengat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Sumatera Selatan masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan hasil pemantauan BMKG mencatat suhu udara maksimum di Sumsel mencapai sekitar 33,3 derajat Celsius. Kondisi tersebut masih tergolong normal untuk periode menjelang musim kemarau.
“Perbedaan suhu di setiap daerah merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi lingkungan di masing-masing wilayah,” kata Sinta.
Ia menjelaskan, cuaca panas yang dirasakan masyarakat bukan berarti musim hujan telah benar-benar berakhir. Peluang hujan masih cukup besar, meski dengan karakteristik hujan lokal, berintensitas ringan hingga sedang, berdurasi singkat, dan tidak merata.
Akibatnya, wilayah yang tidak mendapat hujan akan terasa jauh lebih panas dibandingkan daerah yang masih diguyur hujan pada waktu yang sama.
BMKG memperkirakan tren peningkatan suhu udara masih akan berlangsung hingga memasuki puncak musim kemarau. Setelah itu, kondisi cuaca akan memasuki masa peralihan atau pancaroba sebelum kembali ke musim hujan.
Fenomena meningkatnya suhu udara tersebut merupakan bagian dari siklus cuaca yang normal dan terjadi setiap tahun.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari ketika paparan sinar matahari sedang tinggi. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari dan mengantisipasi dampak perubahan cuaca.












