BPH Migas: Tambah Kuota Solar Belum Tentu Hapus Antrean, Kapasitas Penyaluran Menjadi Penentu

PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa penambahan kuota Solar bersubsidi tidak serta-merta mampu menghilangkan antrean panjang di SPBU apabila kapasitas penyaluran di lapangan masih terbatas.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komite BPH Migas Hasbi Ansori usai mengikuti rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (7/7/2026) sore.

Menurut Hasbi, setiap usulan penambahan kuota BBM subsidi akan melalui proses verifikasi dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing SPBU dalam menyalurkan BBM kepada masyarakat.

“Kami melihat langsung kemampuan penyaluran di lapangan. Satu kendaraan mengisi sekitar 50 liter membutuhkan waktu lima sampai enam menit. Jadi kalau kapasitas SPBU terbatas, penambahan kuota saja tidak akan menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BPH Migas tidak hanya memperhitungkan kebutuhan BBM subsidi di suatu daerah, tetapi juga mengevaluasi kapasitas operasional setiap SPBU agar penyaluran dapat berjalan optimal.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, usulan kuota BBM subsidi Sumatera Selatan tahun 2026 mencapai sekitar 2,8 juta kiloliter. Namun hingga saat ini realisasi kuota yang dapat dipenuhi baru sekitar 630 ribu kiloliter.

Hasbi menambahkan, BPH Migas mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang akan membentuk Satgas Pengawasan Penyaluran BBM untuk memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi kunci agar BBM subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak sekaligus mencegah penyalahgunaan yang selama ini diduga menjadi salah satu penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU.

“Fokus kami adalah memastikan BBM subsidi diterima oleh masyarakat yang memang berhak. Penertiban distribusi menjadi langkah penting agar penyalahgunaan dapat dicegah dan antrean panjang bisa diminimalkan,” pungkasnya.

Baca juga:

Berdasarkan paparan dalam rapat, usulan kuota Solar tahun 2026 di sejumlah daerah di Sumatera Selatan antara lain:
Kabupaten/Kota Usulan Kuota 2026 Realisasi 2026
Banyuasin 354.600,36 KL, realisasi 78.228 KL
Empat Lawang 3.936 KL, realisasi 6.451 KL
Pagar Alam 15.068 KL, realisasi 12.167 KL
Palembang 233.530 KL, realisasi 186.860 KL
Lubuklinggau 23.101 KL, realisasi 21.451 KL
Lahat 35.000 KL 23.252 KL, realisasi
Muara Enim 60.273,50 KL, realisasi 26.361 KL
Musi Banyuasin 162.000 KL, realisasi 65.828 KL
Musi Rawas 57.024 KL, realisasi 23.142 KL
Ogan Ilir 42.857,13 KL, realisasi 45.143 KL
Ogan Komering Ilir 96.600 KL, realisasi 50.602 KL
Ogan Komering Ulu 30.295 KL, realisasi 29.000 KL
Ogan Komering Ulu Selatan 1.620.624 KL , realisasi- 8.530 KL
Ogan Komering Ulu Timur 25.779 KL, realisasi 12.095 KL
Prabumulih 24.210 KL, realisasi 22.010 KL
PALI 6.416 KL, realisasi 6.808 KL
Musi Rawas Utara 14.619 KL, realisasi 12.937 KL
banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini