Empat Tahun Terlantar, Warga Lubuk Atung-Muara Cawang Perbaiki Sendiri Jembatan Rusak

LAHAT, Catatan Jurnalist Empat tahun bukan waktu yang singkat. Namun selama itu pula jembatan penghubung Desa Lubuk Atung dan Desa Muara Cawang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa perbaikan permanen dari pemerintah.

Ironisnya, ketika akses vital tersebut semakin membahayakan dan menghambat aktivitas ekonomi warga, justru masyarakat yang harus turun tangan sendiri. warga kembali bergotong royong memperbaiki jembatan yang menjadi akses utama menuju kawasan perkebunan dan pemukiman transmigrasi.

Menurut Maulana, Jembatan tersebut bukan sekadar fasilitas penghubung antardesa. Bagi warga, jembatan ini merupakan urat nadi penghidupan. Dari jalur inilah hasil perkebunan diangkut dan dibawa keluar untuk dijual.

Kerusakan yang tak kunjung ditangani membuat warga harus menghadapi risiko keselamatan sekaligus menanggung dampak ekonomi. Setiap kali jembatan rusak, warga kembali mengeluarkan tenaga dan biaya sendiri agar akses tetap bisa dilalui.

“Sudah empat tahun jembatan ini rusak, belum ada perbaikan dari pemerintah. Setiap tahun kami terpaksa bergotong royong memperbaikinya sendiri,” ungkap Maulana, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan. Pemerintah dinilai tidak seharusnya membiarkan masyarakat berulang kali memperbaiki fasilitas umum yang menjadi akses utama mereka.

“Lewat sini semua hasil kebun kami diangkut. Ini urat nadi kami, tapi sampai sekarang tak ada solusi nyata dari pihak berwenang,” ungkapnya.

Empat tahun menunggu, warga akhirnya memilih bergerak sendiri. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana perhatian pemerintah ketika infrastruktur dasar yang menjadi penopang ekonomi masyarakat justru dibiarkan rusak bertahun-tahun?

Warga menilai persoalan tersebut seharusnya tidak berhenti pada perbaikan darurat melalui gotong royong. Yang dibutuhkan adalah perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang kembali rusak ketika diterjang aktivitas dan kondisi alam.

Kekecewaan warga semakin besar karena pembangunan dan penggunaan anggaran daerah terus berjalan, sementara fasilitas yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok masih luput dari penanganan serius.

Warga Desa Lubuk Atung dan Muara Cawang berharap Pemerintah Kabupaten Lahat segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi jembatan dan mengambil langkah konkret.

Sebab, bagi warga, menunggu selama empat tahun sudah lebih dari cukup. Jangan sampai masyarakat harus terus bergotong royong menyelamatkan fasilitas publik, sementara pemerintah hanya datang ketika persoalan sudah menjadi sorotan.

Hingga berita ini diturunkan kami masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, belum adanya perbaikan atas rusaknya jembatan tersebut selama ini.

banner 970x250banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *