FARKES KSPI Soroti Kerja Sama Kesehatan Indonesia–China

JAKARTA, Catatan Jurnalist Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES KSPI) menaruh perhatian terhadap rencana penguatan kerja sama antara Indonesia dan China di sektor kesehatan. Kolaborasi ini dinilai memiliki peluang besar, namun juga perlu diantisipasi dampaknya terhadap tenaga kerja dan industri dalam negeri.

Presiden FSP FARKES KSPI, Idris Idham, SE, menyampaikan bahwa kerja sama internasional seharusnya tidak hanya berfokus pada investasi dan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Indonesia.

“Kerja sama ini membuka peluang, khususnya dalam pengembangan teknologi kesehatan dan farmasi. Namun, transfer pengetahuan serta peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas,” dalam keterangannya, Jumat (03/05/2026).

FARKES KSPI menilai industri kesehatan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketergantungan pada bahan baku impor dan tingginya jumlah pekerja dengan status kontrak maupun outsourcing.

Selain itu, aspek kesejahteraan pekerja juga menjadi perhatian. Organisasi tersebut menekankan bahwa peningkatan investasi di sektor kesehatan perlu diiringi dengan perbaikan kualitas pekerjaan, termasuk upah, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang layak.

Di tengah perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan, FARKES melihat adanya peluang sekaligus tantangan baru.

“Penggunaan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja. Program peningkatan keterampilan serta perlindungan bagi pekerja terdampak menjadi hal yang penting,” kata Idris.

FARKES KSPI juga mengingatkan pentingnya pengelolaan tenaga kerja asing secara bijak, dengan tetap mengutamakan kepentingan pekerja lokal serta memastikan komunikasi kerja berjalan efektif.

Lebih lanjut, organisasi ini mendorong agar setiap kebijakan strategis, termasuk kerja sama internasional, dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja.

“Keterlibatan publik dalam proses dialog dan perumusan kebijakan akan memperkuat implementasi di lapangan,” tambahnya.

Sebagai masukan, FARKES KSPI menekankan beberapa hal penting dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, antara lain peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, penguatan industri dalam negeri, serta perlindungan pekerja di tengah transformasi sektor kesehatan.

FARKES berharap kerja sama ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem kesehatan nasional secara menyeluruh, baik dari sisi teknologi, industri, maupun sumber daya manusia.

Laporan : Dimas

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini