LAHAT, Catatan Jurnalist — Gerak cepat pembangunan kembali infrastruktur vital kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel, Herman Deru, secara resmi memulai pembangunan ulang Jembatan Air Lawai B melalui prosesi peletakan batu pertama di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/04/2026).
Jembatan yang sebelumnya roboh tersebut kini mulai dibangun kembali sebagai langkah strategis memulihkan konektivitas dan menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan ini melibatkan Tim Percepatan Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL), MK PT Dkonsindo CM, serta kontraktor EPC PT SBR, dengan dukungan penuh dari para pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa dimulainya pembangunan ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilalui secara bertahap dan sesuai aturan.
“Kita bukan tidak ingin cepat, tapi semua ada mekanisme. Hari ini kita mulai setelah seluruh tahapan selesai,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan jembatan tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian fisik, namun harus memenuhi standar teknis dan kekuatan konstruksi sesuai ketentuan. Pengawasan ketat akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum sejak tahap awal hingga serah terima.
Target penyelesaian proyek ditetapkan selama 180 hari kalender. Namun, Gubernur berharap pengerjaan dapat dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
baca juga: Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028
Lebih jauh, Herman Deru mengapresiasi kekompakan antara pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur.
“Saya bangga, ini bukti nyata kebersamaan. Para pengusaha turut berkontribusi dan peduli,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kedisiplinan para pengusaha dalam mematuhi penggunaan jalur khusus, sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap terjaga.
Namun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan jembatan harus diiringi dengan perbaikan jalan pendukung agar manfaatnya optimal.
“Jangan sampai jembatannya bagus, tapi jalannya rusak. Infrastruktur itu harus terintegrasi,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung, serta pentingnya keselamatan dengan pemasangan rambu-rambu di sekitar proyek.
baca juga : Kolaborasi Pemda dan Perusahaan, Perbaikan Jalan 7 Km di Pulai Gading Dikebut
Tak hanya itu, Herman Deru mendorong keterlibatan aktif BUMN, BUMD, dan sektor swasta melalui program CSR untuk mendukung pembangunan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menutup sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan efisiensi semata, melainkan harus diiringi dengan solusi melalui kolaborasi semua pihak.
Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B ini diharapkan menjadi titik balik pemulihan akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lahat secara berkelanjutan.(ADV)













