JAKARTA, Catatan Jurnalist — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak jajaran pengurus dan kader PDIP mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Ajakan tersebut disampaikan Megawati saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Menjelang mengheningkan cipta, Megawati secara khusus mengajak peserta upacara memberikan perhatian dan doa bagi masyarakat NTT, khususnya Flores.
“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namanya daerah Nusa Tenggara Timur terutama Flores,” kata Megawati.
Ia mendoakan masyarakat yang terdampak gempa diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah. Megawati juga menyampaikan doa bagi korban meninggal dunia agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kita doakan supaya mereka yang telah mengalami musibah untuk menguatkan dirinya dan bagi keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka-mereka yang merupakan terkena musibah gempa, kita doakan mendapatkan tempat selayaknya di sisi Allah,” ujarnya.
Keprihatinan tersebut kembali disampaikan Megawati dalam amanatnya. Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban gempa bumi yang melanda NTT.
“Saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya pada korban yang menjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa,” ucapnya.
Megawati memilih memperingati HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP bersama jajaran pengurus pusat dan kader partai, sementara upacara kenegaraan berlangsung di Istana.
Gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan bangunan hingga membuat sejumlah warga harus mengungsi.
Berdasarkan laporan BNPB yang disampaikan pada Minggu (16/8/2026), sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia tercatat berasal dari Manggarai Barat satu orang, Manggarai Timur 20 orang, Manggarai 25 orang, Nagekeo satu orang, Sikka empat orang, dan Ende dua orang.(Net)














