JAKARTA, Catatan Jurnalist — Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RENAKSI) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2025–2030. Langkah strategis ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin global dalam penanganan krisis iklim melalui optimalisasi potensi 3,45 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare lamun.
Penyusunan RENAKSI difasilitasi oleh National Blue Carbon Action Partnership (NBCAP), sebuah wadah kolaborasi multipihak yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan guna mempercepat tata kelola karbon biru yang inklusif di Tanah Air. Dalam kemitraan tersebut, Konservasi Indonesia berperan sebagai sekretariat.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menegaskan pentingnya integritas dan sinergi dalam implementasi perlindungan serta pengelolaan karbon biru.
“Dokumen RENAKSI ini menjadi acuan nasional yang menyinergikan strategi implementasi dengan instrumen pendanaan inklusif berbasis prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Komitmen konkret ini akan dipaparkan dalam Ocean Impact Summit 2026 di Bali dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas sektor untuk mempertajam 21 rencana aksi menjadi program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan internasional juga mengalir. Kedutaan Besar Inggris menyatakan komitmen penuh terhadap RENAKSI 2025–2030 sebagai tonggak penting kemitraan iklim antara Indonesia dan Inggris. Pemerintah Inggris disebut siap mendukung kepemimpinan Indonesia dalam melindungi sekitar 17 persen cadangan karbon biru dunia guna mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) dan FOLU Net Sink 2030.
baca juga : https://www.catatanjurnalist.com/bawa-sampah-bisa-sekolah-gratis-terobosan-sqi-di-opening-desa-quran-festival-ii/
Sementara itu, World Economic Forum turut mengapresiasi langkah Indonesia. WEF menilai Ocean Impact Summit di Bali menjadi momentum strategis untuk mendorong investasi hijau. Lembaga tersebut juga melihat RENAKSI 2025–2030 sebagai cerminan visi Indonesia yang menempatkan sektor kelautan sebagai masa depan ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi biru.
Dengan peluncuran RENAKSI ini, pemerintah berharap pengelolaan ekosistem karbon biru tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Rilis : Kemenko Pangan RI















