BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Kerusakan parah Jalan Raya Tanah Mas di RT 03 Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kembali menuai sorotan. Jalan berlubang yang sudah terjadi hampir tiga tahun itu hingga kini tak kunjung mendapat perbaikan serius, memunculkan kurangnya perhatian oleh pemerintah daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar dengan kedalaman bervariasi membentang sekitar 20 meter. Saat hujan, lubang tertutup genangan air dan berubah menjadi jebakan berbahaya bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari.
Rudianto, pengendara motor yang kerap melintasi jalur itu, mengaku resah dan mempertanyakan minimnya respons pemerintah.
“Sudah hampir tiga tahun jalan ini rusak dan tidak pernah diperbaiki. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Kami yang bawa dagangan sering kesulitan dan rawan jatuh,” keluhnya, Kamis (22/01/2026).
“Padahal waktu itu pernah dilakukan perbaikan jalan disimpan arah menuju tempat wisata air, kenapa tidak sekalian dilakukan juga perbaikan di jalan ini, sangat sayang sekali,” ungkapnya.
Ironisnya, Jalan Raya Tanah Mas merupakan jalur alternatif vital bagi warga setempat untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Namun alih-alih mendapat perhatian, kerusakan jalan justru terus dibiarkan tanpa kejelasan kapan akan ditangani.
“Ini bukan jalan sepi, tapi jalan yang sering dilalui warga. Sangat disayangkan kalau dibiarkan rusak bertahun-tahun seperti ini,” tambah Rudianto.
Warga RT 03 mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Mereka menilai kondisi jalan saat ini sudah tidak layak pakai, berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta menghambat roda perekonomian masyarakat.
Jika pembiaran terus berlanjut, warga khawatir kerusakan jalan ini akan menjadi bukti nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Laporan: Dede Sunarya













