PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin bersama personel TNI, Polri, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin, Jumat (10/7/2026).
Dalam laporan tertulis Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan (Darkarhutla) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, diterima redaksi Catatanjurnalit.com Kebakaran terjadi di wilayah Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, hingga Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan laporan lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare, sementara sekitar 1,5 hektare berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar, belidang, gegas, dan gelam di atas tanah mineral dengan status Areal Penggunaan Lain (APL) yang merupakan milik masyarakat.
“Kepala regu Manggala Agni menjelaskan, informasi kebakaran pertama kali diterima dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim piket Posko Pondok Kerja Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, personel gabungan segera melakukan pemadaman darat menggunakan pompa jinjing dan peralatan pemadam manual guna mencegah api meluas ke area sekitar.
“Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan satu unit mobil angkut personel, empat unit pompa jinjing, serta berbagai peralatan pemadam tangan. Sementara dukungan dari unsur Damkar Kota Palembang juga diperkuat dengan satu unit kendaraan pemadam,” imbuhnya.
“Proses pemadaman dimulai pukul 13.20 WIB dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.20 WIB. Kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari dengan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan kebakaran,” ungkapnya.
Hingga operasi berakhir, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam. Tim gabungan selanjutnya melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.














