PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Tim Manggala Agni bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat terus berjibaku memadamkan api di tiga lokasi berbeda yang berada di Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (29/7/2026).
Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat. Hingga akhir operasi pada Rabu sore, sejumlah titik kebakaran masih menyisakan bara api dan kepulan asap sehingga petugas memutuskan melanjutkan operasi pemadaman melalui tahap mop up.
Dalam laporan resminya Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Darkarhutla) Wilayah Sumatera, Rabu (29/07/2026), Ferdian Krisnanto, menyampaikan seluruh personel Manggala Agni di lapangan terus melakukan upaya maksimal untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke kawasan lain.
Tim terus bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh titik kebakaran yang terpantau. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, kegiatan mop up menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Di Kabupaten Muara Enim, kebakaran terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan. Operasi pemadaman yang telah memasuki hari kelima melibatkan dua tim Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat, personel BPBD Muara Enim, serta masyarakat setempat.
Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar delapan hektare, sementara sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun karet di atas lahan gambut dengan kedalaman sekitar satu meter.
Sementara itu, Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI menangani dua titik kebakaran yang terdeteksi melalui patroli udara.
Titik pertama berada di Desa Deling, Kecamatan Pangkalan Lampam. Kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan masyarakat dengan vegetasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, pakis, dan kayu perpat. Hingga Rabu sore, sekitar 1,3 hektare lahan berhasil dipadamkan.
Sedangkan di Desa Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, kebakaran permukaan terjadi di lahan gambut seluas sekitar lima hektare. Tim gabungan Manggala Agni dan BPBD berhasil memadamkan sekitar satu hektare area, namun api belum sepenuhnya padam sehingga operasi akan kembali dilanjutkan.
Ferdian menegaskan, seluruh tim di lapangan akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman hingga dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan terjadinya karhutla, terutama pada musim kemarau ketika lahan gambut sangat rentan terbakar,” katanya.
Menurut Ferdian, sinergi antara Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pengendalian karhutla di Sumatera Selatan sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.












