OGAN ILIR, Catatan Jurnalist — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Sedikitnya sekitar 15 hektare lahan diperkirakan terdampak kebakaran yang terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Senin (13/7/2026).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan luas lahan yang terbakar masih bersifat estimasi sementara karena proses pemadaman dilakukan hingga malam hari.
“Estimasi lokasi terbakar sekitar 15 hektare. Ini masih perkiraan kasar karena kondisi sudah gelap saat dilakukan pemantauan. Angin yang cukup kencang juga menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman,” ujar Ferdian.
Pemadaman dilakukan oleh personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin dengan metode pemadaman darat untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Kondisi angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan kobaran api cepat merambat ke vegetasi kering, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan titik-titik api.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam masih terus berada di lokasi guna memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali (flare up).
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sebagian wilayah Sumatera Selatan mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Petugas juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada aparat terkait apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum kebakaran meluas.
Update informasi terkini Kepala Balai Darkarhutla Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menyampaikan untuk Tanjung Seteko clear padam. luasan estimasi 3 Ha.














