Kebakaran Sumur Ilegal di Muba Jadi Alarm Keras, Herman Deru Dorong Penertiban dan Solusi Bagi Warga

MUSI BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Kebakaran hebat yang dipicu aktivitas sumur minyak ilegal di area HGU PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur untuk menertibkan aktivitas tersebut.

Saat meninjau langsung lokasi kejadian pada Jumat (3/4/2026), Herman Deru menyampaikan bahwa insiden kebakaran yang terjadi pada Selasa malam (31/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB itu harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh.

Kebakaran diduga berasal dari aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal di area tebing, yang kemudian menyambar penampungan minyak mentah. Api dengan cepat menjalar mengikuti aliran minyak hingga ke bagian bawah tebing, menghanguskan sejumlah fasilitas, termasuk kendaraan operasional dan warung milik warga.

“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi bersama. Kita perlu mendata luas lahan terdampak sekaligus menata aktivitas usaha masyarakat yang belum memiliki izin,” tegas Herman Deru.

Sebagai langkah awal, ia menekankan pembatasan aktivitas sumur minyak rakyat di area terdampak. Selanjutnya, pemerintah akan mendorong pembahasan lanjutan dengan skema yang lebih terstruktur.

“Ke depan bisa diarahkan ke pola kerja sama business to business (B-to-B), sehingga perusahaan tetap terlindungi dan masyarakat juga tetap mendapatkan penghidupan,” ujarnya.

Menurutnya, penataan ini membutuhkan dasar hukum yang kuat, mengingat kawasan tersebut berkaitan dengan investasi penanaman modal asing (PMA). Ia juga menilai gagasan yang disampaikan pemerintah kabupaten cukup solutif untuk ditindaklanjuti.

Selain fokus pada penanganan kebakaran, Herman Deru memastikan kondisi sosial masyarakat tetap terjaga. Ia menyebut sebanyak 92 rumah di sekitar PT Hindoli telah mendapatkan fasilitas yang memadai.

“Layanan pendidikan dan kesehatan berjalan baik. Dukungan BPJS dari Dinas Kesehatan Muba juga optimal, sehingga masyarakat tetap terlayani,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga meninjau fasilitas umum seperti sekolah dan klinik kesehatan, serta melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Muhajirin.

Bupati Muba usulkan pelepasan sebagian lahan HGU PT Hindoli

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, M Toha Tohet, menyambut langsung kunjungan gubernur sekaligus mendampingi peninjauan lokasi kebakaran.

Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, Bupati bersama Kapolres Muba melakukan patroli udara guna melihat langsung dampak kebakaran dan sebaran aktivitas sumur minyak masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Toha Tohet juga mengusulkan agar sebagian lahan yang telah terdampak aktivitas pengeboran masyarakat dapat dipertimbangkan untuk dilepas dari kawasan HGU PT Hindoli.

“Realitas di lapangan, masyarakat sudah lama menggantungkan hidup dari aktivitas ini. Karena itu, kami mengusulkan pelepasan sebagian lahan agar ada kepastian hukum dan penataan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kepastian bagi masyarakat, tetapi juga mampu meminimalisir risiko kebakaran dan konflik di masa mendatang.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga terdampak, yang juga menerima bantuan sembako guna meringankan beban pascakebakaran.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *