KSP Tinjau Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang IV, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sungsang IV di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (21/5).

Kunjungan tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popy Rufaidah, guna memastikan program pemberdayaan nelayan berjalan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

Kawasan Sungsang IV yang berada di pesisir Selat Bangka dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Sumatera Selatan. Pemerintah menilai wilayah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi nelayan yang modern dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Popy Rufaidah menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan produktivitas nelayan, kesejahteraan masyarakat, hingga penguatan daya saing sektor kelautan dan perikanan nasional.

“Kami ingin memastikan pembangunan kawasan nelayan ini benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nelayan,” ujarnya.

Selain meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung KNMP, kunjungan itu juga menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat nelayan.

Tenaga Ahli Utama KSP, Febriyantoro, menyebut pengembangan KNMP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi nelayan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat nelayan melalui pendekatan modern dan terintegrasi,” jelasnya.

Kabupaten Banyuasin sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Dengan luas wilayah mencapai 12.551,15 kilometer persegi dan perairan laut sekitar 1.565,97 kilometer persegi, sektor perikanan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

Tercatat, jumlah nelayan di Banyuasin mencapai sekitar 17.365 orang. Pada tahun 2025, produksi hasil tangkapan laut di wilayah tersebut mencapai 49.410 ton, ditambah 13.985 ton hasil perairan umum daratan.

Sementara itu, Desa Sungsang IV dihuni sekitar 1.423 kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Komoditas unggulan daerah ini meliputi udang, ikan sembilang, betutu, dan bawal, dengan total produksi perikanan mencapai sekitar 4.789 ton per tahun atau senilai Rp71,8 miliar.

Melalui program KNMP Sungsang IV, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan nelayan dari rata-rata Rp2 juta menjadi Rp4 juta per bulan. Program tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 857 orang.

Dalam dialog bersama masyarakat pesisir, sejumlah persoalan turut menjadi perhatian, mulai dari penguatan sarana pendukung nelayan, akses energi dan BBM, hilirisasi hasil perikanan, hingga pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Selain itu, persoalan air bersih juga menjadi keluhan utama masyarakat. Selama ini kebutuhan air bersih masih dipasok dari wilayah lain dengan biaya distribusi yang cukup tinggi.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan sarana air bersih guna menekan harga distribusi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar tersebut.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *