JAYAWIJAYA, Catatan Jurnalist –– Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena (UNAIM) dari Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Lahan (PSDL) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di lahan pertanian sawah padi yang berlokasi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (04/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengelola dan mengamati kondisi sumber daya lahan pertanian, khususnya pada sistem budidaya padi di wilayah pegunungan.
Ketua kelompok, Mendias Wenda, menjelaskan bahwa praktikum dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga pemanenan dan analisis hasil.
“Tahap awal diawali dengan pembersihan lahan dan pengolahan tanah, seperti mencangkul dan membajak, untuk menggemburkan tanah serta meningkatkan kesuburannya. Selanjutnya, mahasiswa menyiapkan bibit padi dan melakukan penanaman dengan memperhatikan teknik tanam yang tepat, salah satunya sistem jajar legowo,” katanya.
“Selama masa pertumbuhan, mahasiswa melakukan pemeliharaan tanaman, meliputi pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Mereka juga melakukan monitoring rutin untuk mencatat pertumbuhan tanaman, jumlah anakan, serta kondisi hama di lapangan,” imbuhnya
Pada akhir kegiatan, dilakukan pemanenan dan analisis data hasil panen untuk membandingkan efektivitas beberapa sistem tanam, seperti SRI (System of Rice Intensification) dan jajar legowo, dalam meningkatkan produktivitas padi.
Mendias Wenda menyampaikan tujuan Pembelajaran untuk membandingkan efektivitas sistem tanam yang berbeda.
“Tujuan utama dari praktikum ini adalah membandingkan efektivitas sistem tanam yang berbeda serta menerapkan teknik budidaya padi yang baik, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Selain itu, kami juga belajar menganalisis data hasil produksi untuk menyusun laporan yang ilmiah dan informatif,” jelas Mendias Wenda
Sementara itu, Dosen Pembimbing, Novi Laka Buni menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan lapangan tersebut.
“Fakultas Sains dan Teknologi tidak hanya mencetak ahli di bidang teknologi informasi atau fisika, tetapi juga mereka yang mampu membawa inovasi ke sektor vital seperti pertanian. Di sinilah kalian bisa berpikir, bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membuat proses penanaman padi lebih efisien dan hasil panen lebih tinggi. Kalian adalah masa depan pertanian Indonesia. Jangan malu untuk bereksperimen, jangan takut kotor, karena dari sinilah ide-ide brilian akan lahir,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Praktikum di lahan sawah padi ini menjadi wadah bagi mereka untuk memahami pentingnya pengelolaan lahan pertanian yang baik, serta menumbuhkan jiwa inovatif dan tangguh sebagai generasi muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan pertanian di Papua Pegunungan.
Laporan: Wendalimo Wenda














