Masherdata Kembali Pimpin Lemkari Palembang 2026–2030, Tekankan Pembinaan Atlet dan Penguatan Adab

PALEMBANG – Catatan Jurnalist Pengurus Cabang Lembaga Karate-DO Indonesia (Lemkari) Kota Palembang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk periode 2026–2030. Kegiatan yang berlangsung di Kedai 3 Nyonya, Jalan Supeno No. 6A, Talang Semut, Palembang, Sabtu (14/2/2026), menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah organisasi ke depan.

Muscab tersebut dihadiri dewan guru, para sensei, pengurus inti, serta mitra kerja Lemkari. Dalam forum itu, Masherdata, M. kembali dipercaya menakhodai Lemkari Kota Palembang untuk empat tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Masherdata menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran pengurus pada periode sebelumnya. Ia menilai capaian organisasi tidak terlepas dari kerja sama dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah.

“Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Ke depan, fokus utama kita adalah memperkuat komunikasi internal. Koordinasi yang solid harus menjadi perhatian bersama agar tugas organisasi berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Masherdata menegaskan, periode kepemimpinannya kali ini akan memprioritaskan sektor pembinaan dan kepelatihan. Targetnya tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan pelatih dan pembina yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Sebagai karateka, kita harus menjaga jati diri: jujur, bekerja keras, bertanggung jawab secara moral, beretika, serta beriman. Jangan sombong. Nilai-nilai inilah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Senada dengan itu, Koordinator Majelis Sabuk Hitam (KMSH), Erwin Tony, S., mengajak seluruh anggota untuk terus berlatih dan memperdalam adab serta budi pekerti. Menurutnya, karate bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pembentukan karakter.

“Kita harus menyadari bahwa karate adalah ladang amal. Kita membantu membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Dewan Guru, Harnel. Ia mengaku bangga atas perkembangan Lemkari Palembang yang dinilai semakin eksis di tengah persaingan perguruan bela diri lain. Saat ini, jumlah karateka Lemkari Palembang tercatat mencapai sekitar 150 orang.

“Kita harus bersaing secara sehat. Lemkari Palembang harus tetap bersatu, kompak, dan menjaga adab serta etika sebagai fondasi organisasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Lemkari Palembang, Anton, S., menambahkan bahwa organisasi akan lebih aktif melakukan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan minat sekaligus prestasi karate di Kota Palembang.

“Sesuai amanat organisasi, kami ingin memberi kontribusi nyata bagi prestasi atlet Palembang. Edukasi ilmu karate kepada masyarakat akan terus ditingkatkan agar regenerasi atlet berbakat tidak terputus,” pungkasnya.

Laporan: Dapites

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini