PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Sumatera Selatan saat memimpin Rapat Koordinasi di Griya Agung, Rabu (25/02/2026).
Rakor tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Pangdam, Kapolda, Kabinda, Danlanal, Danlanud, serta para bupati dan wali kota se-Sumsel.
Dalam arahannya, Menhub menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebut persiapan infrastruktur transportasi di Sumsel menunjukkan progres yang menggembirakan.
“Saya melihat persiapannya sudah sangat baik. Perbaikan jalan, baik jalan tol maupun jalan nasional, menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai sebelum hari puncak arus mudik. Harapannya, tidak ada lagi jalan berlubang yang dilalui para pemudik,” ujar Dudy.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi dengan lonjakan pemudik cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 3,8 juta orang akan melakukan perjalanan menuju atau melintasi wilayah Sumsel selama periode Lebaran tahun ini.
Menhub menilai posisi Sumsel sangat strategis sebagai jalur lintas utama pemudik menuju Jambi, Sumatera Utara, hingga Aceh. Karena itu, kesiapan jalan tol maupun jalan arteri menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk pemberian diskon tarif tol pada periode tertentu selama angkutan Lebaran. Kebijakan ini diharapkan meringankan beban masyarakat sekaligus mendistribusikan arus lalu lintas lebih merata.
Dudy menegaskan, kunci keberhasilan Angkutan Lebaran terletak pada sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan kolaborasi yang solid, kami optimistis arus mudik dan arus balik di Sumatera Selatan dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut kunjungan Menteri Perhubungan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah menghadapi lonjakan mobilitas Lebaran.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer di Sumsel, termasuk ruas prioritas seperti Musi Rawas, Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga Palembang–Prabumulih–Lahat.
Pemprov Sumsel juga mendorong optimalisasi ruas tol serta pembangunan flyover di sejumlah titik perlintasan kereta api guna mengurai kemacetan.
Dengan dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, Pemprov Sumsel optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H akan berjalan sukses serta memperkuat konektivitas transportasi di Pulau Sumatera.
Laporan : Dapites














