Menko Pangan Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman, Penyaluran Nasional Tembus 4,77 Juta Ton

MAMUJU, Catatan Jurnalist — Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani tetap aman dengan harga yang stabil. Hingga 26 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional telah mencapai 4,77 juta ton atau sekitar 48,5 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 9,84 juta ton.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 petani dan 100 nelayan sebagai forum dialog antara pemerintah, BUMN, dan pelaku sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketersediaan pupuk harus dipastikan sebelum musim tanam dimulai agar proses budidaya tidak terganggu dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar penyalurannya semakin tepat sasaran. Upaya tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mempercepat penyaluran pupuk kepada petani.

Khusus di Provinsi Sulawesi Barat, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 37.773 ton atau sekitar 49 persen dari total alokasi 77.367 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas 15.270 ton pupuk NPK, 13.760 ton Urea, 8.051 ton NPK Kakao, 245 ton SP-36, dan 447 ton pupuk organik.

Selain memastikan pasokan tetap tersedia, pemerintah juga menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tidak mengalami kenaikan. HET Urea tetap Rp1.800 per kilogram, NPK (Phonska) Rp1.840 per kilogram, NPK Kakao Rp2.640 per kilogram, ZA Tebu Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik Rp640 per kilogram. Kebijakan penurunan HET sebesar 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025 juga tetap dipertahankan.

Melalui Rembuk Tani tersebut, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta para petani semakin kuat sehingga distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan produktivitas pertanian nasional terus meningkat di tengah berbagai tantangan global.

*Rilis : Kemenko Bidang Pangan RI

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *