KABUPATEN SEMARANG, Catatan Jurnalist – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong penguatan ekosistem pangan desa melalui sinergi antara Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman DPP PAPDESI serta kolaborasi BUMDes, KDMP, dan SPPG yang berlangsung di Lapangan Kenanga, Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengapresiasi peran PAPDESI yang dinilai selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah desa dengan KDMP, BUMDes, serta pelaku ekonomi lokal merupakan langkah penting untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Sinergi antara pemerintah desa, KDMP, BUMDes, dan pelaku ekonomi lokal menjadi langkah strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis juga membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha desa untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi SPPG melalui KDMP maupun BUMDes. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Gizi Nasional terus mendorong agar setiap SPPG bermitra dengan sedikitnya 15 pemasok lokal yang berasal dari KDMP, BUMDes, maupun UMKM.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga mampu meningkatkan perputaran ekonomi di desa.
Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional, sekitar 65 persen SPPG telah bermitra dengan pemasok lokal di wilayah kabupaten yang sama. Hingga saat ini, Program Makan Bergizi Gratis yang melayani sekitar 63,2 juta penerima manfaat telah bekerja sama dengan 148.528 pemasok lokal, terdiri atas 13.684 koperasi, 1.475 BUMDes, 63.189 UMKM, 720 KDMP, serta 69.294 pemasok lainnya.
Selain mendukung Program MBG, KDMP juga berperan sebagai penyalur berbagai komoditas strategis, seperti LPG, pupuk bersubsidi, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Koperasi tersebut juga berfungsi sebagai offtaker gabah dan jagung ketika harga berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), serta didukung fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas hasil perikanan.
Pemerintah mencatat hingga 26 Juni 2026 seluruh 83.383 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berbadan hukum. Sebanyak 79.701 koperasi telah memiliki akun SIMKOPDES dan 60.756 telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Sementara itu, dari 35.859 lokasi yang telah diverifikasi, sebanyak 13.870 titik pembangunan fisik telah rampung dan 21.474 titik lainnya masih dalam proses.
Kajian Dewan Ekonomi Nasional juga memperkirakan belanja bahan pangan daerah dalam Program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp69,4 triliun hingga Rp172,2 triliun. Program ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, pemerintah berharap kolaborasi antara PAPDESI, KDMP, BUMDes, SPPG, dan para petani semakin kuat sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.













