PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan menegaskan bahwa Bupati Muara Enim, Edison, bukan merupakan kader maupun pengurus Partai NasDem. Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim.
Sekretaris DPW Partai NasDem Sumsel, H. Nopianto, mengatakan Edison memiliki latar belakang sebagai birokrat dan tidak pernah tercatat sebagai kader, pengurus, maupun fungsional partai.
“Pak Edison selama ini merupakan seorang birokrat yang berasal dari ATR/BPN Palembang. NasDem memang menjadi salah satu partai pengusungnya pada Pilkada 2024, tetapi beliau tidak pernah tercatat sebagai kader atau pengurus Partai NasDem,” kata Nopianto kepada wartawan di Palembang, Senin (8/6/2026) malam.
Menurut Nopianto, Edison maju dalam Pilkada Muara Enim 2024 dengan dukungan koalisi tiga partai, yakni NasDem, PDIP, dan Golkar. Karena itu, ia menilai kurang tepat jika Edison dikaitkan secara langsung sebagai kader NasDem.
“Perlu diluruskan bahwa beliau diusung bersama oleh NasDem, PDIP, dan Golkar. Jadi bukan hanya NasDem. Hingga terpilih menjadi Bupati Muara Enim, beliau tetap berstatus birokrat dan tidak pernah tercatat dalam struktur kepengurusan partai,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto mengaku prihatin atas peristiwa yang menyeret nama kepala daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa proses hukum yang dilakukan KPK merupakan kewenangan lembaga antirasuah dan harus dihormati.
Meski demikian, Nopianto berharap kasus tersebut menjadi peringatan bagi seluruh penyelenggara pemerintahan, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif, agar senantiasa menjaga integritas dan menghindari tindakan yang berpotensi merugikan keuangan negara.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Ini harus menjadi warning bagi seluruh penyelenggara negara untuk tidak melakukan tindakan yang mengarah pada tindak pidana korupsi. NasDem mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum,” tegasnya.
Nopianto juga mengaku terkejut mendengar kabar yang menimpa Edison. Ia menyebut informasi awal yang diterimanya berasal dari pemberitaan media massa.
“Kami juga mengetahui informasi ini dari media. Tentu ini menjadi pembelajaran bersama agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah dan tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan negara,” pungkasnya.











