PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan periode II Mei 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, harga TBS tertinggi untuk sawit usia tanam 22 tahun berada di angka Rp3.868,17 per kilogram. Nilai tersebut turun dibanding periode I Mei 2026 yang mencapai Rp3.905,44 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada kelompok usia produktif 10 hingga 20 tahun. Pada periode II Mei 2026, harga TBS usia produktif ditetapkan sebesar Rp3.864,31 per kilogram, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar Rp3.898,14 per kilogram.
Sementara itu, harga TBS sawit usia 21 tahun tercatat Rp3.855,35 per kilogram dan usia 23 tahun sebesar Rp3.841,52 per kilogram.
Dalam penetapan tersebut, harga rata-rata CPO berada di level Rp15.058,72 per kilogram dengan indeks K sebesar 93,29 persen. Sedangkan harga inti sawit atau kernel ditetapkan sebesar Rp14.619,74 per kilogram.
Meski mengalami koreksi, harga TBS sawit di Sumsel masih bertahan di atas Rp3.800 per kilogram untuk kelompok tanaman produktif.
Sebelumnya, harga sawit di Sumsel sempat mengalami penguatan sepanjang April 2026 sebelum kembali melemah pada pertengahan Mei.
Adapun rincian harga TBS sawit periode II Mei 2026 berdasarkan usia tanaman yakni usia 3 tahun sebesar Rp3.237,61 per kilogram, usia 4 tahun Rp3.339,51 per kilogram, usia 5 tahun Rp3.480,81 per kilogram, usia 6 tahun Rp3.514,35 per kilogram, dan usia 7 tahun Rp3.509,47 per kilogram.
Selanjutnya, usia 8 tahun sebesar Rp3.643,74 per kilogram dan usia 9 tahun Rp3.721,77 per kilogram.
Harga tertinggi berada pada kelompok usia produktif 10 hingga 20 tahun sebesar Rp3.864,31 per kilogram. Sedangkan usia 21 tahun Rp3.855,35 per kilogram, usia 22 tahun Rp3.868,17 per kilogram, usia 23 tahun Rp3.841,52 per kilogram, usia 24 tahun Rp3.735,99 per kilogram, dan usia 25 tahun Rp3.751,99 per kilogram.











