JAKARTA, Catatan Jurnalist – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Hingga saat ini, progres penyediaan lahan dan pembangunan koperasi tersebut disebut menunjukkan perkembangan signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah telah memetakan lebih dari 32.000 lokasi yang disiapkan untuk pembangunan KDKMP. Dari jumlah tersebut, 2.252 unit koperasi dilaporkan sudah selesai dibangun, sementara pembangunan lainnya masih berlangsung di berbagai daerah.
“Berdasarkan pemetaan sementara, ketersediaan lahan sudah mencapai lebih dari 32 ribu titik, dan ribuan koperasi sudah selesai dibangun,” ujar Zulkifli Hasan usai memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Jakarta, Rabu (11/03/2026).
Pemerintah menargetkan pada Juni 2026 jumlah koperasi yang berdiri dapat mencapai 20.000 hingga 30.000 unit. Untuk memastikan kesiapan pembangunan, pemerintah saat ini tengah melakukan permintaan serta verifikasi data lahan, khususnya terhadap lokasi yang memiliki luas kurang dari 1.000 meter persegi.
Apabila suatu lokasi tidak memiliki lahan yang memadai, pemerintah akan mencari alternatif lain. Dalam hal ini, pemerintah daerah, terutama para gubernur, diminta ikut membantu penyediaan maupun pembelian lahan guna mendukung percepatan pembangunan KDKMP.
Selain itu, pemerintah menargetkan implementasi operasional program mulai berjalan pada Juni hingga Juli 2026. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai payung regulasi yang ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
Ke depan, KDKMP akan dikelola oleh manajer profesional yang memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan dan pengelolaan usaha. Dengan manajemen yang lebih profesional, koperasi diharapkan mampu menjadi lembaga ekonomi yang kuat di tingkat desa.
KDKMP juga dirancang untuk memanfaatkan berbagai infrastruktur pemerintah. Koperasi ini nantinya akan berperan sebagai offtaker komoditas masyarakat, sekaligus menjadi saluran distribusi berbagai bantuan pemerintah, seperti bantuan beras dan bantuan sosial lainnya.
Untuk mendukung aktivitas usaha tersebut, setiap koperasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya cold storage, agen sembako, hingga agen LPG.
Melalui dukungan fasilitas dan sistem pengelolaan yang profesional, pemerintah berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat sistem distribusi pangan nasional, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi rakyat yang lebih mandiri di daerah.
*Rilis Kemenko Pangan RI














