JAKARTA, Catatan Jurnalist — Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) pada tahun 2026, khususnya untuk komoditas beras dan jagung, sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilisasi pangan nasional dan mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Dalam rapat koordinasi penetapan CPP 2026 yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, disepakati bahwa cadangan beras pemerintah akan dinaikkan dari sebelumnya 3 juta ton menjadi 4 juta ton. Penugasan pengadaan cadangan beras tersebut tetap dilaksanakan oleh Perum Bulog.
Peningkatan cadangan beras ini ditujukan untuk memastikan kelancaran berbagai intervensi pemerintah di sektor pangan, termasuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Selain beras, pemerintah juga menaikkan target cadangan jagung pemerintah secara signifikan. Cadangan jagung yang sebelumnya berada di kisaran 300 ribu ton akan ditingkatkan menjadi 1 juta ton pada 2026. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, khususnya untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) serta peningkatan produksi daging dan telur ayam.
Pemerintah juga memperkirakan produksi beras dan jagung nasional pada tahun mendatang akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun berjalan, sehingga penambahan cadangan dinilai realistis dan strategis.
Sebagai gambaran kondisi stok saat ini, Kementerian Pertanian mencatat bahwa stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog per 8 Desember 2025 telah mencapai 3,68 juta ton. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan jauh melampaui rata-rata stok akhir tahun yang biasanya berada pada kisaran 1,2 hingga 1,5 juta ton. Dengan jumlah tersebut, cadangan beras nasional berada pada level sekitar tiga kali lipat dari kebutuhan bulanan nasional.
Rilis, Senin (29/12/2025).
(Red)














