Pemindahan Empat Tahanan Politik di Sorong ke Makasar Ricuh

SORONG, Catatan Jurnalist – Kericuhan tidak dapat di elakan saat upaya pemindahaan empat orang tahanan politik ke Makassar Sulawesi Selatan oleh Polresta Kota Sorong saat sejumlah keluarga tahanan bersama Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi menggelar aksi protes sejak Selasa (26/08) malam hingga Rabu (27/08) pagi.

Sejumlah tempat menjadi lokasi aksi unjuk rasa diantaranya Jalan baru kota Sorong yang diwarnai dengan aksi bakar ban mobil hingga pemortalan menggunakan batang  kayu dan berbagai alat benda.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut diketahui diduga dua warga sipil mengalami luka serius dan dibawa kerumah sakit. Salah satunya suami Devina yang menyebutkan suaminya menjadi menjadi korban saat akan pergi bekerja.

“Suami mau pergi ojek, tapi karena di depan sudah bikin aksi, dia taruh motor di rumah, dia mau jalan ke depan lihat keadaan di depan bagaimana. Tapi karena di depan sudah terlalu ramai dengan polisi, terus masyarakat lagi sudah kacau. Jadi dia mau berdiri, mau lihat. Tapi karena nonton, langsung kena tembakan di Perut dan satu lagi mereka terkena tembak di tangan bagian siku,” ungkapnya.

“Kejadian ini terjadi di jalan baru Jl. Jend. Sudirman, Remu Sel., Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya,” ungkapnya saat melakukan konferensi pers bersama wartawan di rumah sakit Selebesolu kota Sorong.

Devina Menambahkan bahwa korban berinisial M, W bukan peserta aksi massa, mereka murni tidak mengetahui tentang kericuhan di kota hari ini. Namun disayangkan keduanya terkena diduga peluru senjata api. Devina menuntut keadilan untuk kejadian tersebut.

Pihak keluarga korban mendesak kepada pihak aparat gabungan kepolisian dan agar para penegak hukum seharusnya memberi pengayoman dan melindungi masyarakat sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Jadi kami dari pihak keluarga minta keadilan. Karena korban ini bukan massa Aksi,” tutup pembicara.

Sementara itu Mengutip dari sejumlah media online Kepolisian Papua Barat Daya menangkap sepuluh orang usai unjuk rasa menolak upaya pemindahan empat tahanan politik Papua dari Sorong ke Makassar tersebut

Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, mengklaim sepuluh orang yang diamankan berkaitan dengan bentrok massa dan diduga pelaku pengrusakan di rumah pribadi gubernur Papua Barat Daya.

“Terkait kasus ini sudah ada 10 orang yang diamankan, dan kami masih mengecek lagi pihak-pihak lain di lapangan,” ujar Gatot kepada .

Hingga kini, kepolisian juga masih melakukan upaya pendalaman terkait kejadian di Kota Sorong, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.

Sebelumnya, sekelompok orang melampiaskan kemarahannya dengan menyerang kantor pemerintah setelah otoritas terkait berkukuh memindahkan empat tapol tersebut.

Lapoaran : Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *