MUSI BANYUASIN, Sumatera Selatan — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mempercepat proses peralihan layanan listrik dari PT MEP ke PT PLN (Persero). Hingga 21 April 2026, progres migrasi tercatat telah mencapai 47 persen atau sebanyak 26.776 pelanggan dari total target 56.719 pelanggan.
Percepatan ini dibahas dalam rapat monitoring penyediaan tenaga listrik yang digelar secara virtual, Rabu (22/4/2026), melibatkan jajaran Pemkab Muba, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PLN pusat, hingga PLN UID S2JB.
Bupati Muba H M Toha Tohet yang diwakili Asisten II Setda Muba Alva Elan menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti arahan pusat, termasuk mengerahkan seluruh camat untuk mempercepat sosialisasi hingga ke tingkat desa.
“Seluruh camat sudah kita kumpulkan dan diminta aktif menyampaikan kepada masyarakat agar segera melakukan migrasi layanan listrik,” ujar Alva.
Data Pemkab mencatat sebanyak 8.202 pelanggan telah melakukan pembayaran dan siap memasuki tahap pemasangan kWh meter. Sementara itu, masyarakat yang belum melengkapi persyaratan administrasi seperti NIDI, SLO, dan biaya penyambungan diminta segera menyelesaikannya.
Sebagai bentuk dukungan, PLN juga menyediakan skema cicilan biaya penyambungan selama 12 hingga 24 bulan guna meringankan beban masyarakat.
Di lapangan, progres terus menunjukkan peningkatan. Di Kecamatan Tungkal Jaya misalnya, dari 15 desa sasaran, enam desa telah melakukan pembayaran dan empat desa telah terpasang meteran listrik.
“Bagi masyarakat yang mampu, kami imbau segera melakukan pembayaran. Skema cicilan menjadi opsi bagi warga yang membutuhkan,” tambah Alva.
Pemkab Muba menargetkan seluruh layanan listrik di wilayahnya sepenuhnya beralih ke PLN mulai 15 Mei 2026. Masyarakat yang belum melakukan migrasi hingga batas waktu tersebut berpotensi mengalami pemutusan sambungan listrik.
Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ainul Wafa, menyebut rapat ini bertujuan memastikan kesiapan teknis dan sosial dalam proses peralihan.
“Secara material tidak ada kendala, namun kemampuan masyarakat dalam membayar biaya penyambungan masih menjadi perhatian. Karena itu, skema cicilan dari PLN sangat membantu,” jelasnya.
Sementara itu, SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW S2JB, Wira Bhakti Dharma, mengungkapkan bahwa untuk mengejar target, dibutuhkan percepatan hingga sekitar 1.000 pelanggan per hari.
“Dengan waktu yang tersisa, kami mendorong percepatan pembayaran biaya penyambungan agar proses pemasangan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Pemkab Muba bersama PLN pun terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar target peralihan dapat tercapai tepat waktu.
Laporan: Putra















