Perusahaan Jepang Bidik Banyuasin sebagai Hub Energi Terbarukan Dunia

Kabupaten Banyuasin penghasil kelapa terbesar di Sumatera Selatan ini dipilih sebagai lokasi pabrik pertama di dunia yang mengolah kelapa menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

BANYUASIN, Catatan Jurnalist PT Green Power Palembang (GPP) menargetkan Kabupaten Banyuasin sebagai hub energi terbarukan berskala internasional. Presiden Direktur PT GPP, Ms. Emi Sakiya, menyatakan pabrik ini akan mengolah kelapa standar menjadi Crude Coconut Oil (CCO), bahan baku utama bio-avtur, menjadikan Banyuasin sebagai pusat inovasi energi bersih dunia.

Emi Sakiya menjelaskan bahwa PT GPP merupakan kolaborasi tiga entitas: pengusaha lokal, nasional, dan internasional PT  Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ asal Jepang dengan tujuan membangun usaha berbasis komunitas.

“Kolaborasi ini memadukan keahlian masing-masing pihak untuk menciptakan ekosistem industri berkelanjutan,” katanya, saat sambutan Groundbreaking Pabrik bahan baku Bio-Avtur, Selasa (20/01/2026).

Pemilihan Banyuasin sebagai lokasi pabrik bukan tanpa alasan. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu sentra kelapa terkemuka di dunia, dengan kualitas kelapa yang sangat cocok untuk produksi bahan bakar pesawat. Selain itu, infrastruktur pelabuhan yang terus berkembang membuat akses wilayah ini mudah ke Singapura, pusat industri pengolahan bahan kimia sekaligus pasar regional.

Letak strategis Banyuasin di jalur pelayaran internasional Asia Tenggara–Timur Tengah–Eropa juga menjadi faktor utama. Menurutnya posisi ini menyimpan potensi besar bagi Sumatera Selatan untuk menjadi pemasok energi bagi transportasi laut di masa depan.

Foto : Deputi Bidang Hilirisasi Strategis Kementerian Investasi/BKPM, Heldy Satrya Putra,

Deputi Bidang Hilirisasi Strategis Kementerian Investasi/BKPM, Heldy Satrya Putra, menambahkan bahwa proyek ini mendukung target net zero emissions 2060. “Sektor transportasi, termasuk penerbangan, merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar. Bio-avtur dari kelapa akan membantu dunia mengurangi emisi global,” ujarnya.

Heldy juga menekankan bahwa Sumatera Selatan memiliki pengalaman panjang dalam hilirisasi sumber daya, mulai dari gas menjadi amonia, kelapa sawit menjadi minyak goreng, hingga karet. Keahlian ini membuat Banyuasin menjadi pilihan tepat untuk mengolah kelapa menjadi bio-avtur, sekaligus menarik investor asing dan teknologi baru ke Indonesia.

Baca Juga:

Proyek ini tidak hanya menghadirkan energi terbarukan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi lokal melalui lapangan kerja dan penguatan industri hilir. Dengan langkah ini, Banyuasin dan Sumatera Selatan menegaskan posisi mereka sebagai pusat inovasi energi bersih berskala global.

Laporan : Dede Sunarya

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *