JAKARTA, Catatan Jurnalist — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menegaskan pentingnya kolaborasi antar anggota dalam memperkuat dampak filantropi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang digelar di Jakarta, 23 April 2026.
Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga perubahan iklim, pendekatan filantropi yang berjalan secara terpisah dinilai tidak lagi efektif. PFI mendorong transformasi menuju aksi kolektif yang lebih terstruktur, terkoordinasi, dan berdampak luas.
Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, kolaborasi dan ko-kreasi antar anggota semakin berkembang sebagai kekuatan utama dalam menghadirkan solusi bersama.
“Melalui proses saling belajar, berbagi pengalaman, serta perancangan program secara kolektif, anggota mampu menghasilkan inisiatif yang lebih terintegrasi dan relevan,” ujarnya.
PFI juga memperkuat kolaborasi melalui platform Philanthropy Hub dengan berbagai pendekatan, seperti penguatan klaster tematik, pengembangan forum multipihak, serta penyediaan ruang dialog dan co-creation. Upaya ini membuka peluang sinergi lintas sektor antara organisasi filantropi, pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil.
Selain itu, penyelenggaraan Filantropi Indonesia Festival 2025 turut menjadi ruang kolaborasi terbuka yang diikuti lebih dari 3.750 peserta dari lebih 100 lembaga. Forum ini memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kemitraan strategis.
Jumlah anggota PFI yang kini mencapai 252 organisasi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap organisasi tersebut sebagai wadah kolaborasi filantropi nasional.
Sejumlah anggota turut merasakan manfaat dari kolaborasi ini. CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyebut sinergi antar anggota memungkinkan program yang dijalankan menjadi lebih luas dan berdampak. Hal senada disampaikan Vanessa Letizia dari Greeneration Foundation yang menilai kolaborasi membuka ruang jejaring dan peluang kerja sama lintas sektor.
Berbagai inisiatif kolaboratif telah dijalankan, mulai dari program pendidikan, pemulihan pascabencana, hingga aksi lingkungan. Di antaranya kolaborasi lintas lembaga dalam program penyelamatan sekolah bagi ratusan siswa, serta program keberlanjutan seperti Youth for Climate Action.
Melalui RUA 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi sebagai pilar utama dalam membangun ekosistem filantropi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
PFI meyakini bahwa masa depan filantropi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, tetapi oleh kemampuan untuk menyatukan kekuatan dan bergerak bersama dalam satu arah.















