Program ADik Buka Jalan 249 Pelajar Papua Barat Daya Menembus Perguruan Tinggi

SORONG, Catatan Jurnalist Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pembekalan bagi 249 siswa-siswi peserta Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

Kegiatan yang berlangsung di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Selasa (21/7/2026), tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2026.

Sebanyak 249 peserta mengikuti kegiatan pembekalan ini. Mereka berasal dari Kota Sorong sebanyak 67 siswa, Kabupaten Sorong 27 siswa, Raja Ampat 44 siswa, Sorong Selatan 33 siswa, Tambrauw 17 siswa, Maybrat 27 siswa, serta 34 siswa yang mewakili Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan pembekalan dibuka dengan penabuhan tifa dan dilanjutkan dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan peserta Program ADik. Pembukaan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Suardi Thamal, yang mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Dalam sambutannya, Suardi menyampaikan apresiasi pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Program Afirmasi Pendidikan Tinggi bukan sekadar jalan menuju perguruan tinggi, tetapi menjadi jembatan bagi masa depan generasi muda Papua Barat Daya.

Foto : Pembekalan bagi 249 siswa-siswi peserta Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

“Pemerintah daerah berkomitmen penuh meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program untuk memutus rantai kesenjangan pendidikan di Tanah Papua. Sebanyak 249 anak ini menjadi bukti bahwa talenta muda dari seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bersaing, dan bertumbuh di institusi pendidikan terbaik di luar Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan global di masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat, berkarakter, dan mencintai tanah air.

“Melalui program pembekalan peserta ADik, anak-anak tidak hanya dibekali untuk memanfaatkan program, tetapi juga dipersiapkan untuk menempuh pendidikan tinggi dengan baik,” katanya.

Suardi juga berpesan kepada para peserta agar dapat menjaga nama baik keluarga, suku, dan daerah selama menempuh pendidikan di luar Papua Barat Daya.

Menurutnya, para peserta merupakan representasi Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu, mereka diharapkan menunjukkan sikap sopan, disiplin, serta mampu meraih prestasi selama menjalani pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kalahkan rasa takut dan rindu rumah. Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah. Akan ada rasa rindu rumah dan perbedaan budaya. Jadikan itu sebagai tantangan untuk mendewasakan diri, bukan alasan untuk menyerah. Fokus pada impian, belajar dengan tekun, selesaikan studi tepat waktu, dan raih prestasi tertinggi. Kelak kalian harus kembali ke Papua Barat Daya dan membangun tanah ini,” pesannya.

Ia menambahkan, pemerintah memilih perguruan tinggi yang bermutu dan terakreditasi agar para peserta mendapatkan lingkungan belajar yang baik. Selain menimba ilmu, para mahasiswa juga diharapkan aktif berorganisasi dan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua.

Menurutnya, program afirmasi tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian khusus pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua yang kini terdiri dari enam provinsi.

“Ini merupakan komitmen pemerintah pusat kepada kita di Tanah Papua untuk mewujudkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Papua Barat Daya sebagai generasi emas Indonesia. Tujuan pembekalan ini adalah memberikan arahan, motivasi, dan wawasan kepada anak-anak didik kita,” jelasnya.

Adolof menjelaskan, materi pembekalan diberikan untuk mempersiapkan peserta menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi, termasuk kesiapan mental, adaptasi budaya, kesiapan akademik, serta pengenalan lingkungan kampus.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti seleksi Program Afirmasi Pendidikan Tinggi mencapai sekitar 755 orang. Namun, setelah melalui proses seleksi, sebanyak 249 siswa-siswi dinyatakan lulus dan berhak mengikuti program tersebut.

“Saya berharap kepada adik-adik generasi emas, kesempatan ini sudah disediakan oleh negara dengan berbagai fasilitas. Maka tugas kita adalah belajar dan belajar,” pungkasnya.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *