PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Ratu Dewa menyisihkan sebagian gaji sebagai Wali Kota Palembang, untuk membangun rumah warga tak layak huni dan sering terendam banjir di kawasan Seberang Ulu, Palembang.
Ratu Dewa mengatakan, niatnya itu sudah direncanakan sejak keliling Palembang saat masa kampanye Pilkada Palembang, baru-baru ini rumah tak layak huni itu sempat terendam banjir karena intensitas hujan yang terus menerus terjadi di Palembang.
“Satu bulan jadi Wali Kota, mungkin saya belum bisa berbuat banyak untuk warga Palembang, upaya ini saya hanya berharap bisa menjadi berkah Ramadhan untuk keluarga ini,” kata Dewa.
Dewa tidak memungkiri, rumah tak layak huni di Palembang masih banyak dan program pemerintah sudah ada, dengan uang pribadi Dewa berharap keluarga ini bisa berlebaran dengan layak dan pengerjaan lebih cepat.
Rumah ini dibangun dengan knock down dengan pondasi yang memadai, sehingga rumah ini bisa ditempati sekaligus antisipasi banjir karena luapan sungai Musi.
Dewa membeberkan, saat ini, jumlah RTLH di kota ini mencapai lebih dari 2.000 unit, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 1.960 unit dan program dari pemerintah terus lanjut, baik dari sumber APBD, APBN, serta dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Penghuni rumah, Albert, warga RW 31, Kecamatan Seberang Ulu 1, mengatakan bantuan ini sangat bermakna bagi mereka, dan kini sudah tak kedinginan lagi, karena dinding layu yang sudah rusak.
Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga, dan tentunya sangat bermanfaat sebagai tempat tinggal yang kini sudah layak huni..
Hal itu juga dikatakan Aminah, yang menerima bantuan bedah rumah dari Wali Kota ini, ia bersyukur tahun ini bisa lebaran dengan rumah yang sudah bagus dan tidak bocor lagi.
Ketua RW 31, Nasmin Suhairi, mentahan, warga ini layak untuk dibantu dan sudah bertahun-tahun tinggal dengan kondisi yang memprihatinkan.
Seperti diketahui, rumah model knock down ini dilakukan oleh para pekerja dari Jalan Burai, Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Setelah rumah selesai dirakit, bangunan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi penerima bantuan, sehingga bisa cepat dikerjakan.
Laporan : Dede Sunarya












