PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan selama periode Januari 2019 hingga Desember 2025 mencapai 336.798,1 hektare. Data tersebut dihimpun dari sistem informasi pemantauan kebakaran hutan dan lahan (SiPongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam rilis data SiPongi, Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto diterangkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar selama periode tersebut, yakni mencapai 194.824,5 hektare, atau lebih dari separuh total karhutla di Sumatera Selatan.
“Karakteristik lahan gambut yang luas, ditambah faktor cuaca kering ekstrem pada tahun-tahun tertentu, menjadikan OKI sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla paling tinggi,” disampaikan Ferdian dalam keterangannya diterima Catatanjurnalist.com, Minggu (25/01/2025)

Selain OKI, beberapa daerah lain yang juga mencatat luasan karhutla signifikan antara lain Kabupaten Musi Banyuasin dengan total 27.704,9 hektare, Kabupaten Banyuasin seluas 63.091,3 hektare, serta Kabupaten Musi Rawas Utara yang mencapai 15.911,6 hektare
Ferdian menjelaskan, berdasarkan jenis lahannya, kebakaran pada lahan gambut masih mendominasi, terutama di wilayah pesisir timur Sumatera Selatan. Lahan gambut dinilai lebih sulit dipadamkan dan berpotensi menimbulkan asap berkepanjangan yang berdampak lintas daerah.
“Upaya pencegahan terus kami perkuat melalui peningkatan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia menambahkan, Balai Dalkarhut Sumatera juga mendorong penguatan kesiapsiagaan daerah, khususnya menjelang musim kemarau, agar kejadian karhutla tidak kembali meningkat seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, untuk menjaga ekosistem hutan dan lahan tetap lestari,” pungkas Ferdian.
Redakasi Catatan Jurnalist.com













