JAKARTA, Catatan Jurnalist – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/). Dalam sambutannya, Hashim meminta pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah diperketat agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Saya sudah dengar dan sudah banyak mendapat laporan. Sudah ada indikasi penyimpangan, Pak Wamen. Maka saya titip, pengawasan harus sangat ketat,” ujarnya, mengutip pelantikan dan pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Sabtu (04/07/2026).
Hashim menjelaskan, sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai tujuan yang mulia dan program yang sangat baik itu dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hashim juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga integritas dalam menjalankan program pemerintah serta memperkuat pengawasan di setiap tahapan pelaksanaannya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Tubagoes, menyatakan organisasinya siap mendukung sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Menurutnya, pengawasan yang baik diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Hashim bahwa masih banyak hal yang harus kita perhatikan agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik sesuai pelaksanaan dan tujuannya,” ujar Ella.
Hingga saat ini, Hashim Djojohadikusumo belum merinci bentuk maupun lokasi dugaan penyimpangan yang dimaksud. Demikian pula belum ada informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat dalam laporan yang diterimanya.














