PAGAR ALAM, Catatan Jurnalist — Suasana libur Lebaran 1446 H/2025 M di kawasan wisata Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, dipenuhi ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Puncak keramaian tercatat sejak hari pertama Idulfitri hingga H+6, dengan mayoritas pengunjung memadati area kebun teh dan spot-spot panorama alam yang Instagramable.
Para wisatawan datang tak hanya dari wilayah Sumsel seperti Lahat, Muara Enim, dan Palembang, tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Jambi. Mereka tampak antusias mengabadikan momen bersama keluarga di tengah udara sejuk dan pemandangan alam yang memesona.
Darman (40), pengunjung asal Muara Enim, mengaku senang bisa menikmati liburan Lebaran di Gunung Dempo. “Walaupun ramai, suasananya tetap menyenangkan. Udara segar dan hamparan kebun teh jadi daya tarik utama,” ujarnya, Minggu (06/04/2025).
Namun, membludaknya pengunjung juga memunculkan beberapa tantangan, seperti kemacetan di jalur menuju lokasi wisata dan meningkatnya volume sampah. Polres Pagar Alam telah menerapkan sistem satu jalur untuk mengurai kepadatan kendaraan, sementara komunitas lokal turut berperan dalam patroli kebersihan.
Tanggapan Pengembang Wisata
Pengembang wisata lokal, Deni, memberikan tanggapan terkait situasi ini. Ia menyatakan bahwa lonjakan kunjungan saat Lebaran ini menunjukkan potensi besar sektor pariwisata Pagar Alam.
“Kami senang melihat antusiasme wisatawan, ini bukti bahwa Gunung Dempo tetap menjadi destinasi favorit. Namun, tantangannya adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan jumlah kunjungan dengan pengelolaan yang baik, terutama dalam hal sampah dan kenyamanan pengunjung,” ujar Deni.
Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pengelola, dan wisatawan untuk menjaga kelestarian alam. “Kami terus mengedukasi pengunjung agar ikut menjaga kebersihan. Ke depan, kami berencana menambah fasilitas pendukung dan petugas kebersihan untuk mengantisipasi lonjakan saat musim libur,” tambahnya.
Dengan tingginya kunjungan selama Lebaran ini, para pengembang dan pemerintah kota optimis pariwisata Pagar Alam bisa terus berkembang asalkan dibarengi dengan pengelolaan yang berkelanjutan.
Laporan : Ridho Hardiansyah












