PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Langkah politik mengejutkan datang dari Widya Astin, sosok srikandi pergerakan petani Sumatera Selatan. Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Banyuasin itu resmi memulai babak baru perjalanan politiknya dengan bergabung ke PDI Perjuangan pada awal 2026, setelah sebelumnya menempati posisi strategis sebagai Bendahara Partai Buruh Provinsi Sumatera Selatan periode 2022–2025.
Nama Widya Astin bukanlah figur baru dalam dunia pergerakan rakyat, khususnya di kalangan petani. Selama bertahun-tahun, ia dikenal konsisten memperjuangkan isu agraria, kedaulatan pangan, dan hak-hak petani. Namun dinamika politik mengantarkannya pada keputusan besar: meninggalkan Partai Buruh yang dipimpin Said Iqbal dan memilih “berlabuh” ke rumah besar nasionalis, PDI Perjuangan.
Dalam wawancara khusus dengan Catatanjurnalist.com, Widya Astin menegaskan bahwa perpindahan rumah politik merupakan hal yang wajar dalam dinamika perjuangan, selama tujuan utamanya tetap berpihak pada rakyat. Dirinya mengungkapkan sudah sejak akhir Desember 2025 lalu.
“Pindah rumah politik itu biasa saja. Sama halnya ketika kita sudah tidak nyaman di rumah yang kita tempati, meskipun itu milik kita sendiri, tentu kita akan mencari rumah lain yang lebih nyaman untuk melanjutkan kehidupan,” ujar Widya Astin, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, keputusan bergabung dengan PDI Perjuangan bukan berarti mengendurkan semangat juang. Sebaliknya, langkah tersebut justru menjadi pemantik semangat baru dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Ada pepatah mengatakan, pemimpin tidak lahir dari zona nyaman. Bukan berarti berada di rumah baru ini membuat saya berhenti berjuang. Justru saya semakin bersemangat untuk bekerja dan berjuang bersama sahabat-sahabat perjuangan di rumah besar nasionalis,” tegasnya.
Widya Astin memandang PDI Perjuangan sebagai representasi daya tahan ideologis partai yang konsisten memperjuangkan nilai kebenaran dan keadilan. Baginya, semboyan Satyam Eva Jayate—Hanya Kebenaran yang Berjaya bukan sekadar jargon, melainkan prinsip perjuangan yang nyata.
“Keteguhan PDI Perjuangan untuk tetap berpihak pada kebenaran dan keadilan, setia pada jalan kerakyatan, serta konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia adalah representasi yang paling pas bagi saya dalam berpolitik,” ungkapnya.
Masuknya Widya Astin ke PDI Perjuangan dinilai menambah kekuatan partai berlambang banteng moncong putih tersebut, khususnya dalam memperkuat basis gerakan petani dan akar rumput di Sumatera Selatan. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal konsolidasi politik menuju kontestasi demokrasi mendatang, dengan isu kerakyatan dan kedaulatan pangan sebagai agenda utama.
- Redaksi Catatan Jurnalist














