PRABUMULIH, Catatan Jurnalist — Sektor hulu migas nasional kembali mendapat angin segar. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan lifting minyak nasional, sumur pengembangan LBK-030 (LKT-24) di Struktur Lembak Kemang Tapus, Field Prabumulih, Sumatera Selatan, mencatat hasil produksi awal yang sangat menjanjikan.
Sumur yang dioperasikan PT Pertamina EP Asset 2 atau PT PHR Zona 4 tersebut berhasil menunjukkan performa impresif saat dilakukan uji produksi pada 9 Mei 2026.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa hasil sementara produksi mencapai 3.073 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1,65 MMSCFD melalui natural flow dalam kondisi open flow.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa lapangan migas eksisting di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan energi nasional sekaligus mendongkrak lifting migas.
“Alhamdulillah, sumur LBK-030 menunjukkan hasil yang sangat baik. Ini menjadi energi baru bagi upaya bersama meningkatkan lifting nasional,” demikian laporan yang disampaikan kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, serta jajaran pimpinan sektor energi.
Sumur LBK-030 merupakan pengembangan dari sumur pengeboran Lembak Kemang Tapus (LKT)-24 yang mulai ditajak sejak 7 April 2026. Produksi berasal dari lapisan TAF-F yang selama ini dikenal produktif di kawasan tersebut.
Lokasi pengeboran berada di wilayah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang sejak lama dikenal sebagai salah satuah penopang utama industri perminyakan nasional.
Tak hanya mencatat produksi tinggi, operasi pengeboran ini juga menorehkan prestasi dari sisi keselamatan kerja. Sejak awal pengeboran hingga uji produksi, kegiatan operasi berhasil mencatat 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan kerja.
Hal ini menunjukkan komitmen SKK Migas dan Pertamina dalam menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) serta operational excellence di setiap aktivitas operasi migas.
Secara teknis, sumur LBK-030 dibor menggunakan metode directional drilling dengan Rig PDSI #29.3/D1500E hingga mencapai kedalaman akhir 2.300 meter measured depth (mMD) atau 2.128 meter true vertical depth (mTVD). Seluruh proses pengeboran hingga pengujian produksi diselesaikan hanya dalam waktu 33 hari.
Keberhasilan sumur LBK-030 menjadi salah satu kabar paling positif bagi industri hulu migas nasional pada kuartal kedua tahun 2026. Di tengah tantangan penurunan alami produksi lapangan tua, optimalisasi sumur baru seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Saat ini, SKK Migas bersama Pertamina tengah mempersiapkan percepatan tahapan produksi agar minyak dari sumur tersebut segera masuk ke sistem produksi nasional.
“Mohon doa, Insya Allah minyak segera diproduksikan,” tulis laporan tersebut.
Optimisme pun kembali digaungkan demi mendukung target produksi energi nasional.
“Bersama kita BISA.
Lifting naik: BISA! BISA! BISA!”














