OKI, Catatan Jurnalist — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini, sekitar dua hektare lahan masyarakat di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, terbakar pada Kamis (9/7/2026).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera, Ferdian Krisnanto, melalui laporan Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI menyebutkan, titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli udara sebelum tim darat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Berdasarkan hasil pemantauan, kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, purun, serta tanaman kelapa sawit.
“Kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan dengan luas lahan terdampak sekitar dua hektare,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI langsung bergerak melakukan pemadaman. Sebanyak 11 personel BPBD diterjunkan bersama tim Manggala Agni dengan dukungan satu unit kendaraan roda empat, dua unit Mini Striker Manggala Agni, satu unit Mini Striker BPBD OKI, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Proses pemadaman memanfaatkan sumber air dari kanal yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Meski kondisi angin bertiup ke arah barat yang berpotensi mempercepat penyebaran api, petugas berhasil mengendalikan kobaran sebelum meluas ke area lain.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim melanjutkan proses mopping up dengan menyisir titik-titik yang masih menyisakan bara api guna mencegah kebakaran kembali muncul.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, status kebakaran dinyatakan padam.
Petugas tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan lahan gambut, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat musim kemarau mulai berlangsung, kewaspadaan terhadap potensi karhutla perlu terus ditingkatkan guna mencegah kebakaran yang lebih luas dan dampak kabut asap.














