OGAN ILIR, Catatan Jurnalist — Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, membuka babak baru dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat program inovatif deangan mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Briket Arang Alternatif untuk Peningkatan Pendapatan Petani Jamur”.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen-mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI), dipimpin oleh Ari Hayati, S.TP., M.S., Ph.D., dan didukung oleh LPPM UNSRI bersama Kemdiktisaintek.
Desa Payakabung dikenal memiliki potensi besar di bidang pertanian dan hortikultura, terutama budidaya jamur tiram melalui sekitar 10 rumah produksi (kumbung) dengan kapasitas produksi sekitar 1.000–1.500 baglog per kumbung. Dalam satu siklus panen, produksi total mencapai 12.000–15.000 baglog.

Namun, baglog bekas panen menghasilkan limbah organik yang cukup besar: sekitar 60 kg per kumbung per minggu, sehingga total di desa ini lebih dari 600 kg limbah baglog tiap minggu (setara ~2,4 ton per bulan).
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Sabtu, 01 November 2025, bersama anggota dan pengurus kelompok petani jamur, tim UNSRI memperkenalkan manfaat ekonomi serta teknologi sederhana pembuatan briket arang dari limbah baglog.
Masyarakat menyambut antusias karena selain menambah pengetahuan, inovasi ini membuka peluang baru dalam diversifikasi usaha petani jamur. “Melalui pemanfaatan limbah baglog jamur menjadi briket arang sebagai energi alternatif, program ini diharapkan memperkuat daya saing produk lokal serta mendorong peran aktif perempuan dan pemuda dalam ekonomi rumah tangga,” ujar Ari Hayati, , S.TP., M.S., Ph.D.
Program briket arang dari limbah baglog jamur di Desa Payakabung ini dapat mengubah residu produksi menjadi sumber nilai tambah yang meningkatkan pendapatan petani, sekaligus mengurangi beban pencemaran organik. Teknologi yang sederhana, murah, dan mudah direplikasi memperkuat kolaborasi kelompok tani, membuka peran produktif bagi perempuan dan pemuda, serta meningkatkan literasi energi bersih.
Disisi lingkungan, konversi limbah menjadi bahan bakar alternatif mendorong praktik ekonomi sirkular desa, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional, dan memperbaiki citra produk lokal yang lebih hijau.
Laporan: Lucky Wijaya












