SORONG, Catatan Jurnalist — Harapan masyarakat Papua Barat Daya untuk memiliki perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Kristiani selangkah lebih dekat. Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur (YACAPIT) mulai mematangkan rencana pendirian Universitas Kristen Indonesia Timur (UKIR) Papua Barat Daya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Cafe Layar Gading, Kota Sorong, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkenalkan rencana pendirian UKIR kepada masyarakat sekaligus menggalang dukungan dari berbagai elemen, mulai dari tokoh gereja, akademisi, tokoh masyarakat, hingga para pemangku kepentingan di Papua Barat Daya.
Ketua YACAPIT, Agustinus Jitmau mengatakan, gagasan mendirikan universitas lahir dari keinginan memperkuat peran gereja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan, ide tersebut mulai berkembang saat pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) pada 2025 di Kampung Mapura, Kabupaten Maybrat. Dari forum itu muncul kesepakatan membentuk yayasan sebagai wadah yang mendukung pelayanan gereja di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Setelah yayasan memperoleh legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM, kami melanjutkan tahapan berikutnya, yakni mempersiapkan pendirian Universitas Kristen Indonesia Timur di Papua Barat Daya,” ujar Agustinus.
Menurutnya, Kabupaten Sorong diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan kampus. Saat ini, yayasan masih mematangkan kesiapan lahan dan berbagai kebutuhan administrasi sebagai bagian dari proses menuju pendirian perguruan tinggi tersebut.
Sementara itu, Ketua Harian YACAPIT, Dr. Inge Gunawan, mengatakan kehadiran UKIR diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang berkualitas di Papua Barat Daya.
Menurutnya, universitas tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk lulusan yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai Kristiani, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin menghadirkan perguruan tinggi yang mampu melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat Papua,” katanya.
Ia menambahkan, proses pendirian universitas akan dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, gereja, akademisi, hingga masyarakat.
YACAPIT juga mengungkapkan sejumlah persyaratan yang tengah dipenuhi untuk memperoleh izin operasional. Di antaranya membuka sedikitnya lima program studi jenjang Sarjana (S1), menyediakan lahan kampus minimal 10 ribu meter persegi, membangun kampus terpadu beserta asrama mahasiswa, serta melengkapi seluruh dokumen legalitas dan akreditasi awal.
Selain itu, yayasan menargetkan merekrut 25 dosen tetap dan 15 tenaga kependidikan sebagai syarat operasional awal universitas.
Hingga kini, proses penyusunan dokumen dan pemenuhan seluruh persyaratan masih terus berjalan. YACAPIT berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar Universitas Kristen Indonesia Timur Papua Barat Daya dapat segera berdiri dan menjadi pusat lahirnya generasi muda Papua yang unggul, berkarakter, serta siap membangun daerahnya.














