Wakilli Sumsel, OKI Ikuti Panen Raya Serentak Bersama Presiden

OKI, Catatan Jurnalist — Presiden Republik Indonesia Jendral (Purn) Prabowo Subianto melakukan panen serentak di 14 Provinsi se Indonesia. Salah satunya dilaksanakan di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki menyampaikan rasa syukur Kabupaten OKI menjadi salah satu lokasi yang dipilih oleh Bapak Presiden untuk pelaksanaan panen raya yang dilakukan serentak di Indonesia.

Presiden Prabowo saat acara panen raya

“Kami sebagai pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersyukur diamanahkan untuk ikut serta dalam panen raya serentak di 14 provinsi di seluruh Indonesia. Pertanian merupakan salah satu pilar utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga untuk ketahanan pangan. Selain itu Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan Kabupaten terluas di Sumatera Selatan dengan 17.000 km² dan tentu ini memiliki potensi yang luar biasa kalau kita ingin untuk melakukan cetak sawah ataupun optimalisasi lahan di lempuing yang merupakan merupakan sentra lumbung pangan. Kita meyakini bahwa masih akan bertambah lagi dari sisi produksi yang kita tahu bahwa saat ini OKI menempati posisi ketiga untuk produksi padi yang pertama dari Oku Timur, Banyuasin dan kabupaten Ogan Komering Ilir,” jelas Muchendi, Senin (07/04/2025).

“Pada tahun 2024 OKI memproduksi sebesar 564.430 ton mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yaitu 38.530 ton dengan target kita ingin punya cita-cita menjadi penyumbang padi terbesar di Sumatera Selatan,” pungkas Bupati OKI.

Muchendi meyakini keinginan untuk peningkatan hasil pertanian bukan tanpa alasan bahwa pemerintah pusat banyak sekali sudah membantu kita di kabupaten Ogan Komering Ilir ini sudah melakukan optimasi lahan sebesar 46.762 hektar dibantu juga alat dan mesin pertaniannya ke depan di tahun 2025 ini kembali kita ditarget oleh pak suande ini pak gubernur itu sebesar 24.000 hektar untuk optimidasi lahan dan sampai dengan hari ini bulan Maret itu terealisasi.

“Saat ini bahwa kita terkendala administrasinya pengalihkan status lahan HGU yang tidak tergarap ada juga hutan kawasan yang masih saat ini belum tersentuh yang berpotensi untuk melakukan cetak sawah. Di kecamatan Lempuing memiliki luas area sawah 7.380 hektar sudah IP300 dengan produktivitas 7 sampai 8 ton per hektar. Panen raya saat ini terletak di lahan persawahan luasnya 485 hektar yang insya Allah akan kita panen Nanti sekitar 250 hektar semua sudah IP300,” tutup Politisi Partai Demokrat itu.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan panen raya merupakan sebuah sirkulasi proses tahapan pertanian, namun panen raya hari ini merupakan suatu hal yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Presiden langsung dan dilaksanakan serentak di 14 Provinsi se Indonesia.

“Panen raya senarnya panen itu adalah sebuah sirkulasi dari sebuah tahapan pertanian, namu ada yang istimewa dalam panen raya kali ini karena bapak Presiden langsung yang memimpin kita untuk panen raya ini artinya pemerintah pusat punya konsentrasi penuh terhadap produktivitas pangan khususnya peme pemenuhan beras yang ada di negara kita. Apalagi dengan kebijakan nasional kita tahun ini meniadakan impor, artinya tergantung pada tekad kita untuk menjadikan ini sebagai semangat, minimal wilayah provinsi sumatera selatan ini sebagai wilayah yang punya kemandirian pangannya seperti provinsi lain yang ada di Indonesia,”ungkap Herman Deru.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKI Muchendi menyerahkan bantuan petani

Masih dikatakan Herman Deru, dirinya mengajak agar menjaga eksistensi Sumatera Selatan sebagai penghasil pangan kelima di Indonesia dengan terus melakukan inovasi dan menyiapkan aturan-aturan dalam pengoptimalan lahan pertanian agar lebih produktif.

“Kita harus terus menjaga eksistensi sebagai daerah 5 besar penyumbang pangan terbesar di indonesia yakni perhatian terhadap para petani maka ini semangat yang harus kita pupuk kita jaga agar petani kita semakin bersemangat mulai dari urusan administrasi saprodi sampai pasca panennya. Nah ini perlu terhadap inovasi-inovasi di daerah kabupaten kota. Misalnya setiap Kabupaten kota membuat Perda alih fungsi lahan, hal tersebut sudah saya lakukan saat itu di Kabupaten sebelah membuat Perda alih fungsi dan menjadi percontohan di Nasional,” terang Herman Deru.

“Maka untuk itu OKi juga harus bersiap-siap untuk mempersiapkan Perda apakah ini inisiatif dewan ataukah ini dari eksekutif harus disegerakan sebab dengan majunya perekonomian derasnya laju investasi bukan tidak mungkin lahan-lahan pertanian ini menjadi sasaran dalam perluasan perluasan perumahan juga perluasan-perluasan Kawasan Industri maka untuk itu kita harus jaga sejak dini.

Herman Deru juga meminta agar dalam kurun waktu paling tidak di masa jabatan pertama Muhendi harus meningkat 100%, Kenapa tidak, karena banyak potensi untuk ekstensifikasi apakah HGU terbengkalai, apakah kawasan yang bisa dikonversi ini sangat mungkin untuk dapat ditingkatkan ekstensifikasinya juga bagaimana meningkatkan produksinya sekarang di sini saja sudah IP 300.

Selain itu Herman Deru juga menerangkan Kabupaten OKI berpeluang melakukan peningkatan hasil panen dengan pemanfaatan Bendungan tiga dihaji yang dibangun 3,7 triliun yang akan dapat segera beroperasi dalam menambah debit air dan tentu akan memperluas lahan tanam.

Dalam kegiatan yang dilakukan secara virtual tersebut diikuti 13 Gubernur se Indonesia dan Wakil Gubernur serta di diikuti 195 Bupati serta petani dan Menteri Kabinet kerja Merah Putih.

Laporan : Lucky Wijaya

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *