OKI, Catatan Jurnalist – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sedikitnya enam hektare lahan gambut di Kecamatan Pedamaran terbakar sejak Kamis (2/7/2026), dan hingga Jumat (3/7/2026) proses pemadaman masih terus dilakukan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim darat Manggala Agni masih fokus membatasi pergerakan api agar tidak meluas ke area lainnya.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pembasahan di sekitar titik api sebelum dilanjutkan dengan pembasahan menyeluruh untuk memadamkan bara api yang sudah masuk ke lapisan gambut.
Selain mengerahkan personel di lapangan, operasi pemadaman juga diperkuat dengan satu unit helikopter water bombing untuk mempercepat proses pembasahan di area yang terbakar.
“Kami masih memprioritaskan pembatasan pergerakan kepala api agar tidak melebar. Setelah itu dilakukan pembasahan total untuk menghabiskan api dan asap yang sudah masuk ke dalam gambut. Tim darat Manggala Agni bersama para pihak juga dibantu satu helikopter water bombing,” ujar Ferdian, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan air di sekitar lokasi masih cukup mendukung operasi pemadaman dari darat. Namun, kondisi angin yang cukup kencang pada siang hari menjadi tantangan tersendiri karena dapat mempercepat penyebaran api.
“Biasanya siang angin cukup kencang sehingga berpotensi membuat perimeter pengendalian jebol dan arah asap berubah-ubah,” katanya.
Ferdian menambahkan, kondisi lahan gambut yang kering menyebabkan material mudah terbakar sehingga api berpotensi merambat hingga ke lapisan gambut yang lebih dalam apabila tidak segera dikendalikan.
Melimpahnya bahan bakar alami berupa vegetasi kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Karena itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menambah kekuatan personel dengan menerjunkan tiga regu Manggala Agni untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kondisi bahan bakar yang sangat kering membuat api berpotensi masuk lebih dalam ke gambut. Atas pertimbangan tersebut, hari ini kami menurunkan tiga regu untuk mempercepat proses pemadaman,” jelasnya.
Petugas gabungan hingga kini masih terus berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pembasahan guna memastikan kebakaran tidak kembali menyala dan meluas ke wilayah lain.











