MUBA, Catatan Jurnalist — Enam keluarga korban kebakaran di Dusun I, Desa Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran pada Minggu sore (2/8/2026) lalu, mendapat kepastian untuk kembali memiliki rumah layak huni.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan keenam rumah yang ludes terbakar tersebut akan dibangun kembali melalui program bedah rumah.
Kepastian tersebut disampaikan Pemkab Muba melalui Dinas Sosial bersama BAZNAS setelah menindaklanjuti kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran.
Sebelumnya, Dinas Sosial Muba bersama BAZNAS telah menyalurkan bantuan sembako kepada para korban. Selanjutnya, keenam rumah yang terbakar akan dibangun kembali melalui program bedah rumah pada anggaran perubahan.
Plt Kepala Dinsos Muba Deny mengatakan, pembangunan keenam rumah korban kebakaran ditargetkan mulai direalisasikan pada Oktober 2026.
“Insyaallah, enam rumah warga korban kebakaran akan segera kita bedah. Peletakan batu pertama rencananya akan dilakukan langsung oleh Bapak Bupati Muba,” katanya, Minggu (16/08/2026).
Selain program pemerintah, Bupati Muba Toha Tohet juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp1,5 juta kepada masing-masing kepala keluarga yang terdampak kebakaran.
Dalam komunikasi melalui video call dengan para korban, Bupati Toha meminta warga tetap sabar dan tegar menghadapi musibah.
“Mohon bersabar kuyung, kupek ku. Mudah-mudahan apa yang hilang digantikan oleh Allah SWT dengan yang lebih baik,” katanya.
Baca juga:
Saat ini, sejumlah korban, di antaranya Yus Riyadi, Iwan, Hengky, Saipul dan Nurtiana, masih menumpang di rumah keluarga maupun warga lainnya.
Para korban menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemkab Muba bersama pihak terkait.
“Terima kasih Pak Bupati atas perhatiannya. Dari kemarin kami sudah menerima bantuan sembako. Insyaallah, melalui Dinas Sosial rumah kami juga segera dibedah. Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah bagi Pak Bupati beserta jajaran Pemkab Muba,” ungkap salah seorang korban.












