MUBA, Catatan Jurnalist – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memastikan penanganan bencana tanah longsor di Desa Epil dan kebakaran rumah di Desa Teluk, Kecamatan Lais, terus berjalan. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan sosial, hingga penyusunan rencana relokasi warga dan pembangunan infrastruktur untuk mencegah bencana serupa.
Bupati Muba Toha Tohet menegaskan seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak. Kami memastikan pemerintah akan selalu hadir, peduli, dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah sendirian,” ujar Bupati Toha.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya sebatas pemberian bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh solusi yang aman dan berkelanjutan melalui program pemulihan dan relokasi bagi warga yang membutuhkan.
Longsor Akibat Abrasi Sungai Batanghari
Untuk bencana tanah longsor di Dusun II Desa Epil, Kecamatan Lais, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba bersama sejumlah organisasi perangkat daerah langsung turun ke lokasi melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada warga.
Longsor pertama terjadi pada 19 Juli 2026 akibat abrasi Sungai Batanghari yang menggerus dinding penahan DAM hingga menyebabkan dua rumah rusak berat. Beberapa hari kemudian, pada 22 Juli 2026, longsor susulan kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan mengakibatkan satu rumah lainnya roboh.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 10 rumah terdampak, terdiri dari tiga rumah rusak berat hingga roboh, sedangkan tujuh rumah lainnya berada di zona rawan longsor.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah menyiapkan relokasi sementara ke lahan milik desa maupun warga yang dinilai lebih aman. Selain itu, Pemkab Muba juga akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan tembok penahan longsor di sepanjang bantaran Sungai Batanghari.
Korban Kebakaran Terima Bantuan
Selain menangani longsor, Pemkab Muba juga menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Teluk, Kecamatan Lais.
Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga korban kebakaran dan sembilan kepala keluarga terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Bupati Muba yang diwakili Plt Kepala Dinas Sosial Muba bersama unsur Forkopimcam, BAZNAS Muba, Polsek Lais, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Tidak hanya dari pemerintah kabupaten, para korban juga menerima bantuan dari BAZNAS Muba, Polres Musi Banyuasin melalui Polsek Lais, serta berbagai elemen masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pada 6 Agustus 2026, Dinas Sosial Provinsi Sumsel bersama Anggota Komisi V DPRD Sumsel menyerahkan bantuan berupa paket sembako, pakaian, dan makanan siap saji kepada 15 kepala keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.
Fokus Pemulihan Jangka Panjang
Bupati Toha menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana hingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah telah diperintahkan untuk memberikan penanganan terbaik, mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penyusunan langkah relokasi dan pembangunan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang.
“Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas kami. Pemerintah akan terus hadir dan bekerja bersama seluruh pihak agar proses pemulihan berjalan cepat dan masyarakat dapat segera bangkit dari musibah ini,” tegasnya.














