PALEMBANG, Catatan Jurnalist – PDAM Tirta Musi Palembang optimistis target pemasangan 15 ribu sambungan rumah (SR) baru sepanjang 2026 akan tercapai lebih cepat. Hingga semester pertama, perusahaan telah merealisasikan sekitar 10 ribu sambungan atau dua pertiga dari target yang ditetapkan.
Direktur PDAM Tirta Musi, Teddy Andrian, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa program perluasan layanan air bersih berjalan sesuai rencana. Dengan realisasi yang telah mencapai sekitar 10 ribu sambungan, pihaknya yakin target 15 ribu sambungan baru dapat terpenuhi dalam tiga bulan ke depan.
“Target kita 15 ribu sambungan baru. Alhamdulillah sampai Januari-Juni sudah mencapai sekitar 10 ribu sambungan. Artinya tinggal sekitar 5 ribu lagi dan kami optimistis dalam tiga bulan ke depan target itu bisa tercapai. Bahkan kalau memungkinkan, pemasangan akan terus dilanjutkan melebihi target,” ujar Teddy, Jumat (07/08/2026).
Ia menegaskan, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga PDAM Tirta Musi akan terus memperluas cakupan pelayanan, seiring pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman baru di Kota Palembang.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah banyaknya pembangunan perumahan yang berada cukup jauh dari jaringan pipa induk yang telah tersedia, sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar untuk memperluas jaringan distribusi.
Karena itu, PDAM Tirta Musi memprioritaskan pengembangan jaringan pada kawasan yang lokasinya paling dekat dengan jaringan eksisting. Langkah tersebut dilakukan agar investasi yang dikeluarkan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Prinsipnya bukan berarti kami tidak melayani seluruh masyarakat, tetapi kami memprioritaskan lokasi yang paling memungkinkan untuk segera dijangkau sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga,” jelasnya.
Selain itu, Teddy mengimbau para pengembang perumahan agar berkoordinasi dengan PDAM Tirta Musi sejak tahap awal pembangunan. Menurutnya, komunikasi sejak dini akan memudahkan perencanaan penyediaan jaringan air bersih di kawasan yang akan dikembangkan.
Meski demikian, masih ditemukan sejumlah perumahan yang telah selesai dibangun tanpa adanya koordinasi dengan PDAM, bahkan pengembangnya sudah tidak lagi beroperasi. Dalam kondisi tersebut, warga biasanya mengajukan permohonan pemasangan secara mandiri kepada PDAM Tirta Musi.
Setiap permohonan akan melalui survei lapangan untuk menilai kondisi jaringan yang telah tersedia. Wilayah yang berada paling dekat dengan jaringan eksisting akan menjadi prioritas agar perluasan layanan dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.











