PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Rencana revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang oleh PT Bima Citra Realty (BCR) mendapat dukungan penuh dari salah satu sepuh pedagang Pasar 16 Ilir, Hj Yeni.
Hj Yeni datang langsung ke kantor PT BCR untuk menyampaikan dukungan terhadap rencana revitalisasi sekaligus membangun komunikasi dengan pihak pengelola.
Menurut Hj Yeni, revitalisasi Pasar 16 Ilir sudah saatnya dilakukan. Penataan kembali pasar dinilai penting untuk menciptakan kondisi yang lebih baik, nyaman dan memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat.
“Kedatangan kami ke sini sebagai bentuk dukungan dan memang menyambut baik dengan akan diadakannya revitalisasi ini. Karena memang sudah saatnya untuk kebaikan masyarakat pedagang Pasar 16,” kata Hj Yeni, Sabtu (15/8/2026) sore.
Sebagai pedagang yang telah lama beraktivitas di Pasar 16 Ilir, Hj Yeni berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi pasar, tetapi juga memberikan suasana baru yang lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
Ia pun mengajak para pedagang lainnya untuk melihat rencana revitalisasi sebagai bagian dari upaya memajukan Pasar 16 Ilir.
“Marilah kita para pedagang berpikirlah untuk kemajuan pasar. Kalau memang akan dibuat lebih baik untuk kenyamanan kita bersama, kenapa tidak,” ujarnya.
Hj Yeni mengungkapkan, dirinya bahkan telah mempersiapkan tempat usaha untuk kembali berjualan setelah revitalisasi selesai. Beberapa kios, kata dia, sudah dibeli dan dibayarkan uang muka.
“Sudah beberapa aku beli, sudah di-DP. Artinya tinggal menunggu revitalisasi selesai,” katanya.
Ia berharap penataan Pasar 16 Ilir nantinya dapat memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para pedagang.
“Jadi kita pedagangnya tenang, senang, nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bima Citra Realty (BCR) Ahmad Marzuki mengapresiasi dukungan yang disampaikan Hj Yeni. Menurutnya, kedatangan salah satu sepuh pedagang tersebut menjadi contoh positif dalam membangun komunikasi antara pedagang dengan pengelola.
“Kita apresiasi kedatangan Ibu Hj. Jini ke BCR hari ini. Ini menjadi contoh bahwa salah satu tokoh di Pasar 16 Ilir mau berangkulan dengan PT BCR dan mendukung revitalisasi untuk kemajuan Kota Palembang secara umum,” kata Ahmad.
Ahmad menegaskan, PT BCR tetap membuka ruang komunikasi dengan para pedagang maupun pemilik kios yang masih memiliki persoalan atau aspirasi terkait rencana revitalisasi Pasar 16 Ilir.
Menurutnya, setiap persoalan dapat dibicarakan melalui komunikasi dan musyawarah untuk mencari jalan terbaik bagi seluruh pihak.
“Apakah masih ada ruang untuk berkomunikasi atau diselesaikan secara musyawarah kekeluargaan, itu pasti tetap ada ke depan,” ujarnya.
Ahmad juga berharap pedagang lainnya dapat mengikuti langkah Hj Yeni dengan mengedepankan komunikasi dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat memperkeruh persoalan.
“Makanya harus bersikap bijak, jangan ikut arus, ikut terprovokasi dengan oknum-oknum yang lain. Makanya contohlah Ibu Hj. Yeni,” tegasnya.
Kuasa Hukum PT BCR, Ricky, turut mengapresiasi kedatangan Hj Yeni. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya itikad untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama terkait persoalan Pasar 16 Ilir.
Ricky menegaskan, ruang komunikasi dan musyawarah tetap terbuka, termasuk dalam menyikapi persoalan yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang.
“Apakah masih ada ruang untuk berkomunikasi atau diselesaikan secara musyawarah kekeluargaan? Ya, itu pasti tetap ada untuk ke depan,” kata Ricky.
Ia berharap sikap Hj Yeni dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya agar menyikapi rencana revitalisasi secara bijak, mengedepankan komunikasi dan bersama-sama mendorong kemajuan Pasar 16 Ilir.











