PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Enam Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan 1 Palembang melanjutkan kunjungan ke Yayasan Tridharma Palembang, setelah sebelumnya melakukan kunjungan di SMA Srijaya Negara, Sabtu (18/10/2025).
Dengan anggota lengkap legislator, antara lain Abdullah Taufik, SE., MM (Gerindra), Aryuda Perdana Kesuma, S.Sos (Golkar), Muhammad Toha, S.Ag (PKS), Ir. Romiana Hidayanti, H. Chairul S. Madtiyah, MM (Demokrat), dan Firmansyah Hakim, SH (NasDem).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Tridharma Palembang, Sofiansya, ST., MT, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian para anggota dewan terhadap sekolah swasta.
“Kami kira hanya sekolah negeri saja yang diperhatikan. Alhamdulillah, ternyata sekolah swasta juga mendapat perhatian. Kami berdiri dan berjuang dengan biaya sendiri, bahkan sebagian guru masih berstatus honorer,” ujarnya.
Sofiansya juga menuturkan, Yayasan Tridharma telah berdiri selama lebih dari 30 tahun dengan tujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Sekitar sepuluh persen dari total siswa kami bebaskan dari pembayaran SPP. Ada yang sekolah sambil bekerja, ada yang jual telur gulung, bahkan ada yang orang tuanya memiliki keterbatasan,” jelasnya.
Ia pun berharap DPRD dapat membantu melalui program beasiswa agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Muhammad Toha, S.Ag dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan reses merupakan sarana bagi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“Kami berterima kasih bisa bersilaturahmi dengan para guru dan siswa. Silakan sampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui hari aspirasi masyarakat di DPRD,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa guru dan siswa menyampaikan beragam pertanyaan. Ibu Sulastri, guru SMK Tridharma, menyoroti isu kriminalisasi guru yang sedang viral serta masalah guru honorer.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD menjelaskan bahwa aturan mengenai perlindungan guru sebenarnya sudah ada, hanya perlu diterapkan dengan bijak.
“Guru boleh menegur murid, tapi harus dengan kasih sayang dan pembinaan, bukan kekerasan fisik. Sementara terkait guru honorer, pemerintah telah membuka formasi PPPK agar kesejahteraan mereka meningkat,” jelas salah satu anggota dewan.
Selain itu, siswa juga menanyakan cara agar bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah serta peluang mendapatkan beasiswa.
“Selain KIP, ada juga program beasiswa Garuda yang bisa diakses oleh mahasiswa,” terang Toha.
Menambahkan hal tersebut, Aryuda Perdana Kesuma (Golkar) menilai antusiasme siswa dan guru di SMA Tridharma sangat tinggi.
“Pertanyaannya bagus-bagus, mulai dari kesejahteraan guru swasta hingga fasilitas belajar seperti komputer. Kami juga mengingatkan agar murid menghormati guru, jangan sedikit-sedikit melapor,” pesannya.
Kegiatan reses tersebut berjalan hangat dan interaktif. Para anggota DPRD Sumsel Dapil 6 berkomitmen menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan, terutama dalam bidang pendidikan di Palembang.
Laporan: Dede Sunarya












