Reses di Lubuk Saung, Jalan Rusak dan Air PDAM Jadi Curhat Warga

BANYUASIN, Catatan Jurnalist  — Balai Desa Lubuk Saung menjadi ruang curhat warga. Di hadapan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin dari Fraksi Gerindra, Syarifudin satu per satu keluhan disampaikan tanpa tedeng aling-aling. Jalan dan air bersih kembali menjadi cerita lama yang belum juga tuntas.

Reses ke-1 Masa Persidangan II DPRD Banyuasin itu dihadiri Kepala Desa Lubuk Saung Heryadi HM Abu Siri Toha, Ketua BPD Darwin, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta perangkat desa. Namun yang paling dominan terdengar adalah suara warga yang berharap perubahan nyata.

Sarpudin Sarnubi, warga Dusun Bayas, menyampaikan permintaan yang terdengar sederhana, namun terasa berat di lapangan. Ia berharap jalan poros dari Dusun Bayas hingga Desa Lubuk Rengas dapat dibangun secara layak dan berkelanjutan.

“Kami tidak banyak permintaan. Kami hanya minta jalan yang layak untuk dilalui, dari Dusun Bayas sampai ke Desa Lubuk Rengas,” ujarnya, Selasa (10/02/2026).

Menurutnya, sebagian jalan memang sudah tersentuh pembangunan. Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan DPRD atas perbaikan jalan di Talang Kebang, Kelurahan Pangkalan Balai. Namun, akses menuju desa mereka masih jauh dari kata memadai.

Keluhan lain datang dari Mulyadi. Ia menyoroti pelayanan PDAM yang dinilai belum optimal. Air bersih, kata dia, sering kali tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

“Air PDAM jarang hidup. Kami minta DPRD Banyuasin memberi teguran dan melakukan evaluasi terhadap manajemen PDAM,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Syarifudin—yang akrab disapa Bernai—mengatakan bahwa perbaikan jalan membutuhkan sinergi antar desa. Ia mendorong pemerintah desa untuk menyusun usulan bersama agar pembangunan dapat dikawal secara serius hingga ke tingkat kabupaten.

“Kami sepakat dengan usulan ini. Namun perlu kerja sama antar desa, seperti Lubuk Saung dan Lubuk Rengas, untuk mengajukan proposal secara resmi. Insyaallah akan kami kawal di DPRD,” ujarnya.

Terkait persoalan PDAM, Syarifudin mengakui bahwa kondisi PDAM Tirta Betuah Banyuasin saat ini belum ideal. Banyak fasilitas yang sudah rusak dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.

“PDAM sedang berjuang untuk bertahan. Banyak fasilitas yang rusak, tapi ini akan kita carikan solusi agar pelayanan ke masyarakat bisa membaik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap perbaikan dan peningkatan kualitas Badan Usaha Milik Daerah tersebut. Menurutnya, akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang tak boleh dibiarkan tersendat.

“Semua usulan warga kami tampung dan akan dibahas dalam persidangan. Mudah-mudahan ke depan, masalah jalan dan air bersih bisa teratasi dengan lebih baik,” tegasnya.

Laporan : Dede Sunarya

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *